Begini Cara Bikin Surat Lamaran Kerja Sesuai KBBI Biar Auto Dilirik HRD
Menulis surat lamaran kerja itu gampang-gampang susah. Selain isinya harus “jual diri” secara positif dan relevan sama posisi yang dilamar, penulisan dan bahasanya juga krusial banget. Nah, salah satu standar bahasa Indonesia yang baik dan benar adalah sesuai sama Kaidah Bahasa Indonesia (KBBI). Kenapa penting banget surat lamaran kamu sesuai KBBI? Karena ini nunjukkin kalau kamu teliti, profesional, dan menghargai bahasa negara kita. Jangan sampai niatnya bikin kesan bagus, malah kelihatan ceroboh cuma gara-gara salah ketik atau salah tata bahasa.
Surat lamaran kerja adalah kesan pertama yang kamu kasih ke calon perusahaan. Kalau bahasanya rapi, sesuai kaidah, dan nggak banyak typo atau kesalahan fatal lainnya, HRD yang baca pasti udah punya pandangan awal yang positif tentang kamu. Ini nunjukkin kalau kamu punya perhatian sama detail, bisa berkomunikasi secara formal, dan serius sama proses melamar kerja ini. Bayangin kalau suratnya acak-acakan, banyak singkatan, atau pakai bahasa yang nggak baku, pasti langsung dicoret deh, meskipun kualifikasi kamu sebenarnya cocok.
Image just for illustration
Menguasai kaidah bahasa Indonesia, termasuk yang ada di KBBI, juga adalah salah satu soft skill yang sering dicari perusahaan lho. Ini menandakan kemampuan komunikasi tertulis kamu baik. Dalam dunia kerja, komunikasi yang jelas dan efektif itu penting banget, baik itu lewat email, laporan, atau bahkan sekadar memo. Jadi, surat lamaran yang ditulis rapi sesuai KBBI itu bukan cuma soal formalitas, tapi juga investasi buat nunjukkin kualitas diri kamu secara keseluruhan.
Bagian-Bagian Surat Lamaran Kerja & Penggunaan KBBI¶
Surat lamaran kerja punya struktur standar yang umum dipakai. Setiap bagian punya fungsi masing-masing dan ada kaidah penulisan yang sebaiknya diikuti sesuai KBBI dan PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia). Memahami struktur ini bantu kamu menyusun surat dengan logis dan rapi. Jadi, nggak ada lagi tuh surat lamaran yang isinya loncat-loncat atau nggak jelas alurnya.
Mari kita bedah satu per satu bagiannya dan gimana cara menulisnya yang benar sesuai kaidah bahasa. Ini penting buat memastikan setiap elemen surat kamu sudah on point dari segi bahasa dan format. Jangan sampai gara-gara salah nulis alamat atau salam penutup, surat kamu langsung dipandang sebelah mata. Detail kecil kayak gini seringkali jadi penentu awal.
Kepala Surat (Tempat & Tanggal)¶
Bagian paling atas surat lamaran biasanya diawali dengan tempat dan tanggal surat itu dibuat. Format penulisannya itu penting. Pastikan nama kota atau tempat diawali dengan huruf kapital, begitu juga nama bulan. Angka tahun ditulis lengkap. Jangan pakai singkatan nama bulan, ya.
Contoh:
Jakarta, 26 Oktober 2023
KBBI Point: Penulisan nama kota dan bulan yang benar. Penggunaan koma setelah nama kota.
Perihal & Lampiran¶
Bagian ini memberi tahu penerima surat tentang maksud utama surat (Perihal) dan dokumen apa saja yang kamu lampirkan (Lampiran). Keduanya ditulis sejajar dengan alamat tujuan. Kata “Perihal” dan “Lampiran” diawali huruf kapital dan diikuti tanda titik dua. Untuk Lampiran, sebutkan jumlah berkas yang dilampirkan.
Contoh:
Perihal: Lamaran Kerja untuk Posisi Digital Marketing Specialist
Lampiran: 5 (lima) berkas
KBBI Point: Penulisan kata “Perihal” dan “Lampiran”. Penggunaan titik dua yang tepat. Penulisan jumlah lampiran (angka dan/atau huruf).
Alamat Tujuan¶
Di bagian ini, kamu menuliskan kepada siapa surat itu ditujukan dan di mana lokasi perusahaan. Mulai dengan sapaan hormat seperti “Yth.” (singkatan dari Yang terhormat) diikuti nama individu atau jabatan (kalau tahu) dan nama perusahaan serta alamat lengkapnya. Setiap baris alamat ditulis terpisah dan tidak diakhiri tanda titik.
Contoh:
Yth. Bapak/Ibu Manajer Personalia
PT Maju Terus Pantang Mundur
Jalan Raya Kebahagiaan No. 123
Kota Damai
KBBI Point: Penggunaan Yth. (diawali huruf kapital dan diakhiri titik). Penulisan nama jabatan (kapital jika diikuti nama orang, non-kapital jika tidak diikuti nama orang spesifik, tapi dalam konteks alamat tujuan, kapital sering diterima). Penulisan nama jalan, kota, dan detail alamat lainnya yang benar. Tidak ada titik di akhir setiap baris alamat.
Salam Pembuka¶
Salam pembuka yang paling umum dalam surat formal adalah “Dengan hormat,”. Ini adalah cara sopan untuk memulai komunikasi tertulis. Setelah frasa ini, selalu diikuti dengan tanda koma.
Contoh:
Dengan hormat,
KBBI Point: Penulisan “Dengan hormat,” yang benar (D kapital, hormat huruf kecil, diakhiri koma).
Isi Surat¶
Ini adalah inti dari surat lamaranmu. Biasanya dibagi menjadi beberapa paragraf: pembuka, isi (yang menjelaskan kualifikasi), dan penutup. Gaya bahasa di sini harus formal namun tetap jelas dan lugas. Hindari penggunaan kata-kata slang, singkatan yang tidak standar, atau kalimat yang terlalu panjang dan berbelit-belit.
Paragraf Pembuka¶
Di sini kamu menyampaikan maksud surat, yaitu melamar kerja, dan biasanya menyebutkan sumber informasi lowongan (jika ada). Sebutkan posisi spesifik yang kamu lamar. Gunakan kalimat yang jelas dan langsung ke intinya.
Contoh:
Berdasarkan informasi yang saya peroleh dari situs web resmi [Nama Perusahaan] pada tanggal [Tanggal], dengan ini saya bermaksud mengajukan lamaran pekerjaan untuk posisi [Nama Posisi] di perusahaan Bapak/Ibu.
Atau jika dari sumber lain:
Menindaklanjuti iklan lowongan pekerjaan yang dimuat di [Nama Media/Platform] pada tanggal [Tanggal], saya yang bertanda tangan di bawah ini bermaksud mengajukan permohonan untuk mengisi posisi [Nama Posisi] yang ditawarkan.
KBBI Point: Penggunaan frasa formal seperti “dengan ini saya bermaksud”, “mengajukan lamaran pekerjaan”. Penulisan tanggal dan nama media/platform dengan benar.
Paragraf Isi¶
Ini kesempatanmu “menjual diri”. Jelaskan kualifikasi, pengalaman, keterampilan, dan pencapaian relevan yang kamu miliki. Hubungkan kualifikasimu dengan persyaratan posisi yang dilamar. Gunakan kalimat aktif dan tunjukkan kontribusi apa yang bisa kamu berikan. Hindari melebih-lebihkan atau berbohong.
Contoh:
Saya adalah lulusan [Nama Universitas] jurusan [Nama Jurusan] dengan pengalaman kerja selama [Jumlah] tahun di bidang [Bidang Kerja]. Selama bekerja, saya bertanggung jawab atas [sebutkan tanggung jawab utama 1], [tanggung jawab 2], dan berhasil mencapai [pencapaian 1] serta [pencapaian 2]. Saya menguasai [sebutkan keterampilan teknis/bahasa, misal: Microsoft Office, bahasa Inggris, software desain] yang relevan dengan kebutuhan posisi [Nama Posisi]. Saya juga memiliki kemampuan [sebutkan soft skill, misal: komunikasi yang baik, kerja sama tim, problem solving].
KBBI Point: Penggunaan kata-kata baku (“memiliki” bukan “punya”, “bertanggung jawab” bukan “bertanggungjawab”). Struktur kalimat yang jelas (S-P-O-K). Penulisan kata serapan yang sudah dibakukan jika perlu (misal: analisis bukan analisa, sistem bukan sistim). Penulisan nama lembaga (Universitas, Jurusan) dengan kapitalisasi yang benar.
Paragraf Penutup¶
Akhiri surat dengan menyatakan harapanmu untuk bisa diproses lebih lanjut (misal: diundang wawancara) dan sampaikan terima kasih atas waktu dan perhatian yang diberikan. Tunjukkan antusiasme kamu untuk bergabung.
Contoh:
Besar harapan saya untuk dapat diberikan kesempatan wawancara agar saya bisa menjelaskan lebih detail mengenai potensi dan kualifikasi saya. Saya sangat antusias untuk dapat berkontribusi di [Nama Perusahaan]. Atas perhatian Bapak/Ibu, saya mengucapkan terima kasih.
KBBI Point: Penggunaan frasa formal seperti “Besar harapan saya”, “mengucapkan terima kasih”. Penulisan “Bapak/Ibu” dengan kapital B dan I.
Salam Penutup¶
Sama seperti salam pembuka, ada format standar untuk salam penutup dalam surat formal. Yang paling umum adalah “Hormat saya,” diikuti koma.
Contoh:
Hormat saya,
KBBI Point: Penulisan “Hormat saya,” yang benar (H kapital, saya huruf kecil, diakhiri koma).
Tanda Tangan & Nama Lengkap¶
Di bawah salam penutup, berikan ruang untuk tanda tangan kamu, lalu di bawahnya tulis nama lengkap kamu dengan jelas (diketik).
Contoh:
(tanda tangan)
[Nama Lengkap Anda]
KBBI Point: Penulisan nama lengkap yang benar sesuai ejaan.
Daftar Lampiran¶
Jika kamu melampirkan dokumen lain (CV, ijazah, transkrip nilai, sertifikat, pas foto, dll.), sebutkan daftarnya di bagian bawah surat lamaran, setelah nama lengkap. Gunakan format daftar bernomor atau bullet point.
Contoh:
Lampiran:
1. Curriculum Vitae (CV)
2. Fotokopi Ijazah Terakhir
3. Fotokopi Transkrip Nilai
4. Fotokopi Sertifikat Pelatihan/Kursus
5. Pas Foto Terbaru ukuran 4x6
KBBI Point: Penulisan nama dokumen yang benar (misal: Fotokopi bukan Photo copy, Curriculum Vitae boleh dipakai karena istilah umum). Penggunaan nomor urut atau bullet point.
Contoh Surat Lamaran Kerja Sesuai KBBI¶
Nah, biar makin jelas, ini dia contoh surat lamaran kerja yang sudah disesuaikan dengan kaidah penulisan yang benar menurut KBBI dan PUEBI. Kamu bisa modifikasi contoh ini sesuai dengan data dan kualifikasi kamu.
[Tempat Anda Menulis Surat], [Tanggal] [Bulan] [Tahun]
Perihal: Lamaran Kerja untuk Posisi [Nama Posisi yang Dilamar]
Lampiran: [Jumlah] ( [Jumlah dalam Huruf] ) berkas
Yth. Bapak/Ibu [Nama Lengkap HRD atau Manajer Departemen, jika tahu]
[Jabatan, jika tahu. Jika tidak tahu, bisa langsung nama perusahaan]
[Nama Perusahaan]
[Alamat Lengkap Perusahaan]
[Kota] - [Kode Pos, jika tahu]
Dengan hormat,
Menindaklanjuti informasi lowongan pekerjaan yang saya lihat pada [Sebutkan Sumber Informasi, misal: situs web perusahaan, akun LinkedIn perusahaan, portal job online ABC, koran XYZ tanggal DD Bulan YYYY], saya yang bertanda tangan di bawah ini bermaksud mengajukan lamaran pekerjaan untuk mengisi posisi [Nama Posisi yang Dilamar] yang saat ini dibuka di perusahaan Bapak/Ibu.
Saya memiliki latar belakang pendidikan di bidang [Sebutkan Bidang Pendidikan Anda] dari [Sebutkan Nama Institusi Pendidikan, misal: Universitas Indonesia] dan telah menyelesaikan studi pada tahun [Tahun Lulus]. Selama masa studi dan/atau pengalaman kerja di [Sebutkan Nama Perusahaan Sebelumnya atau Organisasi, jika ada], saya telah mengembangkan keterampilan dan keahlian yang relevan, terutama dalam [Sebutkan 2-3 keterampilan kunci/area keahlian yang relevan dengan posisi, misal: pengelolaan proyek, analisis data, pemasaran digital, pengembangan perangkat lunak, pelayanan pelanggan]. Saya juga terbiasa menggunakan [Sebutkan tools/software relevan, misal: Microsoft Excel, Adobe Photoshop, Bahasa Pemrograman X, Sistem CRM Y].
Saya yakin bahwa kualifikasi, pengalaman, dan semangat belajar yang saya miliki sangat sesuai dengan persyaratan dan budaya kerja di [Nama Perusahaan]. Saya adalah individu yang [Sebutkan 1-2 soft skill positif, misal: proaktif, berorientasi pada solusi, mampu bekerja sama dalam tim] dan selalu berusaha memberikan kontribusi terbaik dalam setiap tugas yang diberikan. Saya sangat antusias dengan peluang untuk bergabung dengan [Nama Perusahaan] dan berkontribusi pada pencapaian visi dan misi perusahaan.
Sebagai bahan pertimbangan bagi Bapak/Ibu, bersama surat lamaran ini saya lampirkan beberapa dokumen pendukung yang relevan, yaitu:
1. Curriculum Vitae (Daftar Riwayat Hidup)
2. Fotokopi Ijazah Terakhir
3. Fotokopi Transkrip Nilai
4. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP)
5. Fotokopi Sertifikat Pelatihan/Seminar yang Relevan (jika ada)
6. Dokumen Pendukung Lainnya (jika diminta atau relevan, misal: portofolio, SKCK)
Besar harapan saya untuk dapat diberikan kesempatan untuk mengikuti proses seleksi lebih lanjut, termasuk wawancara, guna menjelaskan lebih dalam mengenai potensi diri saya. Atas waktu dan perhatian Bapak/Ibu, saya mengucapkan terima kasih.
Hormat saya,
(tanda tangan)
[Nama Lengkap Anda]
Keterangan Tambahan KBBI/PUEBI:
- Perhatikan penggunaan huruf kapital pada awal kalimat, nama diri (orang, tempat, perusahaan), nama bulan, judul (kecuali kata tugas seperti di, ke, dari, dan, untuk, dll. jika di tengah judul), dan sapaan (Bapak, Ibu).
- Penggunaan tanda baca: Koma setelah salam pembuka dan penutup. Titik di akhir kalimat. Titik dua untuk perihal dan lampiran, serta sebelum daftar rincian (jika kalimat sebelumnya sudah lengkap).
- Pilihan kata: Gunakan kata-kata baku dan hindari bahasa lisan atau singkatan yang tidak standar. Misalnya, gunakan “memiliki” bukan “punya”, “tentang” bukan “tentang”, “analisis” bukan “analisa”, “sistem” bukan “sistim”, “efektif” bukan “efektif” (dengan ‘f’ bukan ‘v’ di akhir untuk serapan dari English ‘effective’), “aktivitas” bukan “aktifitas”.
- Ejaan: Pastikan ejaan setiap kata sudah benar sesuai KBBI. Kalau ragu, cek online di situs KBBI V.
Kesalahan KBBI yang Sering Muncul di Surat Lamaran (dan Cara Memperbaikinya)¶
Ada beberapa kesalahan umum terkait KBBI yang sering bikin surat lamaran jadi kurang profesional. Mengenali ini bisa bantu kamu buat menghindarinya. Kadang kesalahannya sepele, tapi dampaknya lumayan lho buat citra kamu.
Ini dia beberapa contoh kesalahan yang sering ditemui:
| Kata/Frasa yang Sering Salah | Penulisan yang Benar (KBBI) | Catatan/Penjelasan |
|---|---|---|
| aktifitas | aktivitas | Kata serapan dari ‘activity’. |
| photo copy | fotokopi | Kata serapan dari ‘photocopy’. |
| sistim | sistem | Kata serapan dari ‘system’. |
| efective | efektif | Kata serapan dari ‘effective’. |
| kreative | kreatif | Kata serapan dari ‘creative’. |
| tehnologi | teknologi | Kata serapan dari ‘technology’. |
| analisa | analisis | Kata serapan dari ‘analysis’. |
| kwalitas | kualitas | Kata serapan dari ‘quality’. |
| proporsional | profesional | Perhatikan beda kata (proportional vs professional). |
| di utamakan | diutamakan | Kata kerja pasif awalan ‘di-’ ditulis serangkai. |
| bekerjasama | bekerja sama | Frasa gabungan, bukan kata majemuk yang ditulis serangkai. |
| tanggungjawab | tanggung jawab | Frasa gabungan, bukan kata majemuk yang ditulis serangkai. |
| dirumah | di rumah | Kata depan ‘di’ dan ‘ke’ sebagai penunjuk tempat ditulis terpisah. |
| kejakarta | ke Jakarta | Sama seperti di atas, dan nama tempat kapital. |
| dari pada | daripada | Ditulis serangkai sebagai kata penghubung. |
| antar kota | antarkota | Awalan ‘antar-’ ditulis serangkai. |
| nonaktif | nonaktif | Awalan ‘non-’ ditulis serangkai. |
| pasca sarjana | pascasarjana | Awalan ‘pasca-’ ditulis serangkai. |
| sub judul | subjudul | Awalan ‘sub-’ ditulis serangkai. |
| yth, | Yth. | Kapital Y dan titik. |
| dengan hormat | Dengan hormat, | Kapital D dan koma. |
| hormat saya | Hormat saya, | Kapital H dan koma. |
| jl. | Jalan | Sebaiknya ditulis lengkap di badan surat formal, meski di alamat tujuan kadang ‘Jl.’ ditoleransi. |
| dsb/dll | dan sebagainya / dan lain-lain / dsb. / dll. | Gunakan format yang konsisten dan baku. |
Memeriksa tabel ini sebelum mengirim surat bisa sangat membantu. Kadang kita udah terbiasa nulis salah di chat atau media sosial, jadi pas nulis formal pun kebiasaan itu kebawa.
Tips Tambahan Agar Surat Lamaran Kamu Makin Oke¶
Selain fokus ke KBBI, ada beberapa tips lain biar surat lamaran kamu benar-benar menarik perhatian HRD:
- Sesuaikan dengan Posisi dan Perusahaan: Jangan pakai satu template surat untuk semua lamaran. Baca baik-baik deskripsi pekerjaannya dan riset singkat tentang perusahaan. Masukkan kata kunci dari deskripsi kerja ke dalam surat kamu. Sebutkan kenapa kamu tertarik dengan perusahaan itu secara spesifik.
- Jelas dan Ringkas: HRD membaca banyak surat lamaran. Buat surat kamu mudah dibaca dan langsung ke intinya. Umumnya satu halaman A4 sudah cukup.
- Fokus pada Hasil, Bukan Hanya Tugas: Saat menjelaskan pengalaman, jangan cuma daftar tugas harian kamu di pekerjaan sebelumnya. Sebutkan apa yang berhasil kamu capai (pakai angka jika memungkinkan). Contoh: “Bertanggung jawab atas [tugas]” vs “Meningkatkan [metrik, misal: penjualan] sebesar X% dalam Y bulan melalui [strategi]”.
- Gunakan Kata Kerja Aksi (Action Verbs): Kata kerja seperti mengelola, mengembangkan, memimpin, menganalisis, menciptakan, meningkatkan, mengoordinasikan membuat kalimatmu lebih kuat dan dinamis.
- Baca Ulang dan Proofread: Ini krusial! Setelah selesai menulis, baca ulang surat kamu pelan-pelan. Lebih baik lagi kalau minta teman atau keluarga untuk membacanya juga. Mata yang baru bisa lebih mudah menemukan kesalahan yang terlewat olehmu. Periksa ejaan, tata bahasa, dan tanda baca berkali-kali.
- Perhatikan Format Pengiriman: Kalau diminta kirim via email, pastikan format file-nya benar (biasanya PDF) dan nama file-nya profesional (misal: “Surat Lamaran_Nama Lengkap_Posisi.pdf”). Tulis body email yang singkat dan profesional juga.
Menginvestasikan waktu untuk menulis surat lamaran yang rapi, jelas, dan sesuai kaidah bahasa menunjukkan bahwa kamu adalah kandidat yang serius dan punya perhatian terhadap detail. Ini bisa jadi pembeda antara surat lamaran yang langsung masuk tumpukan “mungkin” atau bahkan “tidak” dengan yang dilirik untuk tahap selanjutnya.
Menulis surat lamaran yang sesuai KBBI itu sebenarnya nggak ribet kalau kamu tahu dasarnya dan teliti saat memeriksanya. Anggap aja ini latihan awal untuk kemampuan komunikasi tertulis yang bakal kepakai banget di dunia kerja. Good luck dengan lamaran kerja kamu!
Bagaimana pengalaman Anda menulis surat lamaran? Ada tips lain yang mau Anda bagikan tentang penulisan surat lamaran kerja? Yuk, share di kolom komentar di bawah!
Posting Komentar