Begini Contoh Surat Lamaran TNI AD Tulis Tangan yang Benar

Table of Contents

Membuat surat lamaran untuk bergabung dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) memang punya kekhasan tersendiri. Salah satu yang paling ikonik dan seringkali jadi tantangan adalah persyaratan surat lamaran yang ditulis tangan. Di era digital serba canggih ini, kenapa sih TNI AD masih meminta surat lamaran ditulis tangan? Ternyata, ini bukan sekadar formalitas lho. Ada makna dan penilaian tersendiri di baliknya. Surat lamaran tulis tangan ini dianggap sebagai cerminan awal dari kepribadian, kedisiplinan, dan kesungguhan calon prajurit.

Surat Lamaran TNI AD Tulis Tangan
Image just for illustration

Surat ini bukan cuma dokumen biasa, melainkan representasi pertama dirimu di mata panitia seleksi. Bayangkan, dari goresan pena di atas kertas polos, panitia bisa melihat seberapa rapi, teliti, sabar, dan fokus kamu dalam mengikuti instruksi. Kualitas tulisan tanganmu, tata letak di kertas, bahkan kebersihan kertas itu sendiri, semuanya diamati dan menjadi bagian dari penilaian awal. Jadi, jangan anggap remeh proses menulis tangan ini, ya! Ini adalah kesempatan pertamamu untuk menunjukkan bahwa kamu punya atribut penting yang dibutuhkan seorang prajurit TNI AD.

Mengapa Harus Tulis Tangan? Ini Alasannya

Kamu mungkin bertanya-tanya, kenapa di era digital gini masih ada instansi yang mewajibkan surat lamaran ditulis tangan? Terutama instansi sebesar TNI AD? Ada beberapa alasan kuat di balik tradisi ini, dan semuanya berkaitan erat dengan nilai-nilai militer:

Militer sangat menjunjung tinggi disiplin dan ketaatan pada perintah atau aturan. Persyaratan menulis surat lamaran dengan tangan adalah salah satu “perintah” pertama yang harus kamu patuhi. Bagaimana kamu merespons dan melaksanakannya menunjukkan seberapa disiplin dan telitimu dalam mengikuti instruksi, sekecil apapun itu.

Mengukur Ketelitian dan Kesabaran

Menulis surat lamaran yang rapi, tanpa coretan, dan sesuai format tentu butuh ketelitian ekstra dan kesabaran yang tinggi. Beda dengan mengetik di komputer yang mudah dihapus dan diperbaiki, salah tulis sedikit saja di surat tulis tangan bisa berarti harus mengulang dari awal. Proses ini menguji sejauh mana kesabaranmu menghadapi tantangan dan seberapa teliti kamu sebelum bertindak.

Cerminan Kepribadian dan Karakter

Percaya atau tidak, grafologi (ilmu menganalisis tulisan tangan) sering digunakan untuk melihat karakter seseorang. Meskipun mungkin panitia seleksi TNI AD tidak melakukan analisis grafologi secara mendalam, kualitas tulisan tangan secara umum (rapi, jelas, stabil) bisa memberikan gambaran tentang kepribadian seseorang (tenang, teliti, sabar) yang sangat relevan dengan nilai-nilai keprajuritan. Tulisan tangan yang sembrono atau sulit dibaca bisa diartikan sebagai kurang perhatian terhadap detail atau bahkan kurangnya keseriusan.

Menjaga Tradisi dan Kekhasan

Ada elemen tradisi dan nilai sejarah dalam persyaratan ini. Militer adalah institusi yang sangat menghargai tradisi. Persyaratan menulis tangan ini bisa jadi salah satu cara untuk menjaga warisan dan kekhasan proses rekrutmen, mengingatkan calon prajurit pada akar dan nilai-nilai luhur TNI.

Otentisitas dan Keaslian

Surat tulis tangan lebih sulit dipalsukan dibandingkan surat ketikan. Ini menjamin otentisitas dari dokumen yang kamu kirimkan, memastikan bahwa surat tersebut benar-benar dibuat oleh tanganmu sendiri.

Dengan memahami alasan-alasan di atas, kamu bisa lebih mempersiapkan diri, bukan hanya sekadar memenuhi syarat, tapi benar-benar menempatkan effort dan kesungguhan dalam setiap goresan pena.

Bagian-bagian Penting dalam Surat Lamaran TNI AD Tulis Tangan

Sama seperti surat lamaran pada umumnya, surat lamaran untuk TNI AD juga punya struktur standar. Namun, penting untuk memastikan setiap bagian ditulis dengan benar dan rapi. Berikut adalah bagian-bagian krusial yang harus ada:

1. Kepala Surat (Tempat dan Tanggal)

Dimulai di bagian kanan atas. Tulis nama kota tempat kamu menulis surat dan tanggal pembuatan surat.
Contoh:
* Medan, 26 Oktober 2023

Pastikan penulisan nama kota dan tanggal sesuai standar bahasa Indonesia yang baik dan benar. Angka tanggal dan tahun ditulis lengkap.

2. Alamat yang Dituju

Di bawah kepala surat, di sisi kiri, tulis kepada siapa surat ini ditujukan. Ini sangat penting dan harus sesuai dengan petunjuk resmi dari pengumuman rekrutmen. Biasanya ditujukan kepada pejabat yang berwenang di tingkat daerah atau pusat, tergantung jenis penerimaan dan lokasi pendaftaran.
Contoh:
* Kepada Yth.
Ketua Panitia Daerah (Panda) Penerimaan Calon … (sesuaikan dengan jenjang, misal: Tamtama PK TNI AD Gelombang I TA. 2024)
di -
… (sesuai alamat Panda, misal: Medan)

Pastikan ejaan dan jabatan yang dituju sudah sesuai dengan informasi resmi rekrutmen. Jangan sampai salah alamat!

3. Perihal dan Lampiran

Biasanya ditulis di bawah alamat yang dituju.
Contoh:
* Perihal : Permohonan menjadi Prajurit TNI AD
* Lampiran : … (jumlah berkas/dokumen yang dilampirkan, misal: 1 (satu) bendel)

Perihal harus jelas menyatakan tujuan surat. Jumlah lampiran harus sesuai dengan jumlah dokumen yang kamu masukkan dalam berkas pendaftaran.

4. Salam Pembuka

Gunakan salam pembuka yang formal dan umum.
Contoh:
* Dengan hormat,

5. Identitas Pelamar

Bagian ini adalah tempat kamu memperkenalkan diri secara lengkap. Tulis data-data pribadi yang relevan.
Contoh:
* Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
* Nama Lengkap : … (Tulis namamu lengkap sesuai KTP)
* Tempat, Tanggal Lahir : … (Contoh: Jakarta, 17 Agustus 2000)
* Jenis Kelamin : … (Laki-laki/Perempuan)
* Agama : …
* Suku : …
* Kewarganegaraan : Indonesia
* Pendidikan Terakhir : … (Contoh: SMA/SMK/MA Jurusan …)
* Alamat Lengkap : … (Tulis alamat domisili lengkap dengan RT/RW, Kelurahan, Kecamatan, Kabupaten/Kota, Provinsi, Kode Pos)
* Nomor Telepon/HP : … (Nomor yang aktif dan mudah dihubungi)

Pastikan semua data tertulis dengan akurat dan lengkap sesuai dengan dokumen resmi (KTP, Akta Lahir, Ijazah).

6. Isi Surat (Pernyataan Permohonan)

Ini adalah inti dari surat lamaranmu. Sampaikan dengan jelas maksud dan tujuanmu, yaitu mengajukan permohonan untuk menjadi prajurit TNI AD. Sebutkan jenjang yang kamu lamar (Tamtama, Bintara, Taruna Akmil, dll.) dan gelombang penerimaan jika ada.
Contoh:
* Dengan ini saya mengajukan permohonan kepada Bapak/Ibu Ketua Panitia untuk dapat diterima menjadi Prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat melalui jalur Penerimaan Calon … (sebutkan jenjang: Tamtama PK/Bintara PK/Taruna Akmil) Gelombang … (jika ada) Tahun Anggaran ....

7. Pernyataan Kesediaan dan Lampiran

Sertakan pernyataan kesediaan untuk mengikuti seluruh proses seleksi dan penempatan di seluruh wilayah NKRI jika diterima. Kemudian, sebutkan dokumen-dokumen yang kamu lampirkan sebagai bahan pertimbangan.
Contoh:
* Sebagai bahan pertimbangan bagi Bapak/Ibu, bersama ini saya lampirkan berkas persyaratan administrasi yang diperlukan, meliputi: (Sebutkan daftar dokumen yang dilampirkan sesuai pengumuman, misal: Fotokopi KTP, Fotokopi Ijazah, Daftar Riwayat Hidup, Surat Keterangan Catatan Kepolisian, Surat Keterangan Domisili, Pas Foto, dll.)
* Saya menyatakan bahwa seluruh data dan dokumen yang saya lampirkan adalah benar dan sah. Saya juga bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia apabila diterima menjadi Prajurit TNI AD.

Daftar dokumen yang dilampirkan harus persis sama dengan yang diminta dalam pengumuman resmi. Jangan sampai ada yang terlewat atau salah sebut.

8. Penutup

Sampaikan harapanmu dan ucapan terima kasih.
Contoh:
* Besar harapan saya kiranya permohonan ini dapat dikabulkan.
* Atas perhatian Bapak/Ibu, saya ucapkan terima kasih.

9. Salam Penutup

Gunakan salam penutup yang sopan.
Contoh:
* Hormat saya,

10. Tanda Tangan dan Nama Lengkap

Di bagian bawah, beri jarak untuk tanda tangan dan tulis nama lengkapmu di bawahnya.
Contoh:
* (tanda tanganmu)
* (Nama Lengkapmu)

Pastikan tanda tanganmu sama dengan yang ada di dokumen resmi (KTP). Nama lengkap ditulis dengan huruf kapital atau sesuai format yang diminta.

Penting: Selalu cek kembali pengumuman resmi penerimaan TNI AD yang kamu lamar. Terkadang ada penyesuaian redaksi atau format yang diminta. Ikuti instruksi resmi dengan patuh.

Tips Menulis Surat Lamaran Tulis Tangan yang Baik dan Benar

Menulis surat lamaran tulis tangan yang rapi dan efektif butuh persiapan dan latihan. Ini dia beberapa tips yang bisa kamu ikuti:

1. Siapkan Alat Tulis Berkualitas

  • Kertas: Gunakan kertas HVS polos (tanpa garis) berwarna putih. Pilih yang tebalnya standar (sekitar 80 gsm) agar tinta tidak tembus. Biasanya ukuran F4 atau A4, tergantung permintaan resmi. Pastikan kertas bersih, tidak lecek, atau bernoda.
  • Pena: Gunakan pena bertinta hitam. Pilih pena dengan mata pena yang nyaman di tanganmu dan menghasilkan goresan tinta yang stabil dan jelas. Hindari pena gel yang mudah luntur jika terkena air atau gesekan, atau pena yang tintanya sering putus-putus. Pena tinta permanen seringkali jadi pilihan terbaik.

2. Latihan Menulis

Sebelum menulis di kertas final, latihlah dulu tulisan tanganmu di kertas coretan.
* Latih kerapian dan konsistensi ukuran huruf.
* Latih jarak antar huruf, antar kata, dan antar baris agar proporsional.
* Latih kemiringan tulisan (jika tulisanmu miring) agar tetap konsisten.
* Buat draf surat di kertas lain atau di komputer terlebih dahulu, lalu salin secara hati-hati. Ini membantu menghindari kesalahan redaksi saat menulis tangan.

3. Perhatikan Kebersihan dan Kerapian

Ini mutlak penting. Surat lamaranmu harus bersih dari coretan, noda, atau bekas hapusan yang kasar.
* Tulislah di permukaan datar dan bersih.
* Pastikan tanganmu bersih dan kering agar tidak meninggalkan noda di kertas.
* Menulis perlahan dan stabil lebih baik daripada cepat tapi hasilnya berantakan.

4. Hindari Kesalahan (Terutama Coretan)

Ini adalah tantangan terbesar dalam surat tulis tangan.
* Jangan mencoret jika ada kesalahan. Sekecil apapun kesalahannya, coretan bisa dianggap mengurangi kerapian dan ketelitianmu. Lebih baik ulangi menulis dari awal di kertas yang baru. Ini memang butuh waktu dan kesabaran, tapi hasilnya sangat worth it.
* Fokus saat menulis. Baca ulang setiap kalimat sebelum menuliskannya.

5. Atur Tata Letak di Kertas

Sebelum mulai menulis, perkirakan tata letak suratmu di kertas. Beri margin yang cukup di setiap sisi (kiri, kanan, atas, bawah) agar terlihat rapi dan profesional. Jangan menulis terlalu mepet ke pinggir kertas. Pastikan seluruh isi surat muat dalam satu atau dua halaman secara proporsional.

6. Gunakan Bahasa yang Formal dan Sopan

Meskipun gaya kita di sini casual, dalam surat resminya kamu harus menggunakan Bahasa Indonesia yang baku, formal, dan sopan. Gunakan kata sapaan “Bapak/Ibu” untuk panitia seleksi. Hindari singkatan atau bahasa gaul.

7. Periksa Kembali Sebelum Dikumpulkan

Setelah selesai menulis, baca ulang suratmu dengan teliti. Periksa ejaan, tanda baca, kelengkapan data, dan yang paling penting, pastikan tidak ada coretan atau noda. Mintalah orang lain (keluarga atau teman) untuk membacanya juga, kadang mata orang lain bisa melihat kesalahan yang luput darimu.

8. Ikuti Instruksi Khusus dari Pengumuman

Ini adalah tips terpenting! Pengumuman resmi penerimaan TNI AD seringkali memiliki format, redaksi kalimat, atau instruksi khusus terkait penulisan surat lamaran. Contohnya, ada yang meminta di atas materai Rp 10.000, ada yang meminta format tertentu untuk penulisan tanggal atau alamat. Selalu rujuk dan patuhi instruksi tersebut secara persis. Jangan mengandalkan contoh umum di internet jika berbeda dengan instruksi resmi.

Mengikuti tips ini akan sangat membantumu menghasilkan surat lamaran tulis tangan yang tidak hanya memenuhi syarat administrasi, tetapi juga memberikan kesan pertama yang kuat dan positif kepada panitia seleksi.

Contoh Struktur Surat Lamaran TNI AD Tulis Tangan

Ini adalah contoh struktur umum yang bisa kamu jadikan panduan. Ingat, selalu sesuaikan dengan pengumuman resmi penerimaan TNI AD yang kamu lamar, karena bisa ada perbedaan detail.

                                                                        [Kota tempat menulis], [Tanggal Penulisan Lengkap]

Kepada Yth.
Ketua Panitia Daerah (Panda) / Panitia Seleksi Tingkat Pusat (Panpus) [Jenjang Penerimaan, misal: Calon Tamtama PK TNI AD Gelombang I TA. 2024]
di -
[Lokasi Panitia, misal: Medan]

Perihal    : Permohonan menjadi Prajurit TNI AD
Lampiran   : 1 (satu) bendel

Dengan hormat,

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama Lengkap          : [Tulis Nama Lengkapmu Sesuai KTP]
Tempat, Tanggal Lahir : [Tempat Lahir], [Tanggal Lahir Lengkap]
Jenis Kelamin         : [Laki-laki/Perempuan]
Agama                 : [Agama yang Dianut]
Suku                  : [Sebutkan Sukumu]
Kewarganegaraan       : Indonesia
Pendidikan Terakhir   : [Jenjang dan Jurusan, misal: SMA Negeri 1 Medan Jurusan IPA]
Alamat Lengkap        : [Tulis Alamat Lengkap Sesuai KTP/Domisili, termasuk RT/RW, Kelurahan, Kecamatan, Kabupaten/Kota, Provinsi, dan Kode Pos]
Nomor Telepon/HP      : [Nomor Telepon yang Aktif]

Dengan ini saya mengajukan permohonan kepada Bapak/Ibu Ketua Panitia untuk dapat diterima menjadi Prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat melalui jalur Penerimaan Calon [Jenjang Penerimaan] Gelombang [Nomor Gelombang jika ada] Tahun Anggaran [Tahun Anggaran].

Sebagai bahan pertimbangan bagi Bapak/Ibu, bersama ini saya lampirkan berkas persyaratan administrasi yang diperlukan, meliputi:
1. [Sebutkan Dokumen 1, misal: Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP)]
2. [Sebutkan Dokumen 2, misal: Fotokopi Kartu Keluarga (KK)]
3. [Sebutkan Dokumen 3, misal: Fotokopi Ijazah dan SKHUN terakhir yang dilegalisir]
4. [Sebutkan Dokumen 4, misal: Fotokopi Akta Kelahiran/Surat Keterangan Lahir]
5. [Sebutkan Dokumen 5, misal: Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) asli dan fotokopi legalisir]
6. [Sebutkan Dokumen 6, misal: Surat Keterangan Bebas Narkoba]
7. [Sebutkan Dokumen 7, misal: Daftar Riwayat Hidup]
8. [Sebutkan Dokumen 8, misal: Surat Keterangan Domisili dari Kelurahan/Desa]
9. [Sebutkan Dokumen 9, misal: Pas Foto Terbaru ukuran 4x6 cm latar belakang merah]
10. [Sebutkan Dokumen 10, dll, sesuai pengumuman]

Saya menyatakan bahwa seluruh data dan dokumen yang saya lampirkan adalah benar dan sah. Saya juga bersedia dan siap mengikuti seluruh tahapan seleksi sesuai ketentuan yang berlaku, serta bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia apabila diterima menjadi Prajurit TNI AD.

Besar harapan saya kiranya permohonan ini dapat dikabulkan.
Atas perhatian Bapak/Ibu, saya ucapkan terima kasih.

Hormat saya,

(tanda tanganmu di sini)

[NAMA LENGKAPMU SESUAI KTP/IJAZAH]

Catatan:
* Daftar dokumen pada bagian lampiran harus persis mengikuti urutan dan nama dokumen yang diminta dalam pengumuman resmi.
* Terkadang ada permintaan untuk menambahkan pernyataan kesetiaan kepada NKRI, Pancasila, UUD NRI 1945, atau tidak tergabung dalam organisasi terlarang. Cek pengumuman resmi.
* Jika diminta menggunakan materai, tempelkan materai Rp 10.000 di bagian bawah, di sebelah kiri atau di atas tanda tangan, sesuai instruksi.

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

Proses seleksi TNI AD itu ketat, dan kesalahan sekecil apapun bisa mengurangi penilaian atau bahkan menggugurkan berkas administrasi. Hindari kesalahan-kesalahan umum ini saat membuat surat lamaran tulis tangan:

  • Tulisan Tidak Rapi atau Sulit Dibaca: Ini adalah kesalahan fatal. Pastikan tulisanmu legibel dan konsisten.
  • Adanya Coretan atau Noda: Seperti disebutkan di atas, ini sangat mengurangi nilai kerapian dan ketelitian. Usahakan surat bersih tanpa cacat.
  • Salah Format atau Tidak Sesuai Instruksi: Tidak mengikuti format, redaksi, atau instruksi khusus (misal: penggunaan materai, warna tinta) yang diminta dalam pengumuman resmi.
  • Informasi Tidak Akurat atau Tidak Lengkap: Data pribadi salah tulis, alamat tidak lengkap, atau daftar lampiran tidak sesuai.
  • Penggunaan Bahasa yang Tidak Formal: Menggunakan bahasa sehari-hari, singkatan, atau tata bahasa yang tidak baku.
  • Tinta yang Mudah Luntur: Gunakan tinta permanen yang tidak mudah rusak jika terkena sedikit lembab atau gesekan.
  • Kertas Lecek, Robek, atau Kotor: Pastikan kondisi kertas prima saat diserahkan.
  • Tidak Memperkirakan Tata Letak: Akibatnya tulisan terlalu padat di satu bagian, atau tidak muat dalam satu halaman (jika disyaratkan begitu).

Setiap kesalahan ini menunjukkan bahwa kamu kurang teliti atau kurang serius dalam proses pendaftaran. Padahal, perhatian terhadap detail adalah salah satu kualitas utama yang dicari dalam diri seorang prajurit.

Lebih dari Sekadar Tulisan: Ketulusan dalam Surat Lamaran

Selain kerapian dan kesesuaian format, isi dari surat lamaranmu sebenarnya juga penting. Meskipun strukturnya cenderung standar, motivasi yang tersirat di dalamnya bisa dirasakan. Saat menulis, hadirkan kesadaran penuh bahwa ini adalah langkah awalmu menuju cita-cita mulia menjadi prajurit pembela negara.

Tuliskan setiap kata dengan niat baik dan ketulusan. Bayangkan tanggung jawab besar sebagai anggota TNI AD. Kualitas energi atau vibe dari surat tulis tanganmu bisa sedikit banyak merefleksikan keseriusan niatmu. Hindari kesan terburu-buru atau asal jadi. Ambil waktu yang cukup, tenangkan diri, dan tulis dengan sepenuh hati.

Menghubungkan Surat dengan Dokumen Lain

Surat lamaran ini adalah “pengantar” untuk seluruh berkas pendaftaranmu. Pastikan informasi di surat lamaran konsisten dengan data di dokumen lain (KTP, Ijazah, Akta Lahir, dll.). Ini menunjukkan bahwa kamu teliti dan tidak ada perbedaan data pribadi. Daftar dokumen yang dilampirkan di surat juga harus sama persis dengan dokumen fisik yang kamu kumpulkan.

Proses Selanjutnya: Surat Lamaran adalah Awal dari Perjalanan Panjang

Perlu diingat, surat lamaran hanyalah tahap awal dari serangkaian seleksi yang panjang dan menantang untuk menjadi prajurit TNI AD. Setelah lulus verifikasi administrasi (termasuk penilaian surat lamaran tulis tangan ini), kamu akan menghadapi berbagai tes lain seperti tes kesehatan, tes jasmani (samapta), tes psikologi, tes akademik, hingga wawancara.

Surat lamaran yang baik membantumu melewati pintu gerbang pertama. Namun, untuk melangkah lebih jauh, kamu perlu mempersiapkan diri secara fisik dan mental untuk tahapan seleksi berikutnya. Kedisiplinan dan ketelitian yang kamu latih saat menulis surat lamaran ini akan sangat berguna dalam persiapan dan pelaksanaan tes-tes selanjutnya.

Jadi, jangan hanya fokus pada “contoh surat lamaran tni ad tulis tangan” sebagai teks yang disalin. Lihatlah ini sebagai proses untuk melatih kesabaran, ketelitian, dan kedisiplinanmu – kualitas yang esensial untuk seorang calon prajurit. Setiap huruf yang kamu goreskan adalah representasi dari semangat juangmu.

Siapkan Mental, Raih Cita-cita

Proses pendaftaran TNI AD membutuhkan mental yang kuat. Akan ada banyak tantangan, mulai dari melengkapi berkas yang detail, menjalani tes fisik yang menguras tenaga, hingga menghadapi persaingan dengan ribuan pendaftar lainnya. Surat lamaran tulis tangan adalah momen pertamamu berhadapan dengan tantangan ini. Menghadapi tantangan membuat surat yang sempurna tanpa coretan saja sudah butuh mental dan kesabaran, bukan?

Anggap setiap tahapan, termasuk menulis surat ini, sebagai bagian dari pembentukan mental prajurit. Keinginan kuat untuk mengabdi pada negara dan tekad yang bulat adalah modal utamamu. Surat lamaran ini menjadi bukti fisik dari tekad tersebut di tahap paling awal.

Dengan persiapan matang, ketelitian dalam mengikuti setiap instruksi, dan mental yang baja, kamu bisa memberikan yang terbaik dalam proses pendaftaran TNI AD. Surat lamaran tulis tanganmu bukan hanya selembar kertas, tapi bukti nyata dari keseriusan dan disiplinmu dalam meraih cita-cita menjadi abdi negara.

Semoga panduan ini membantumu dalam menyusun surat lamaran yang terbaik. Ingat, ketelitian, kerapian, dan kepatuhan pada instruksi adalah kunci utamanya.

Bagaimana pengalamanmu saat membuat surat lamaran tulis tangan untuk pendaftaran TNI AD atau instansi lain? Ada tips tambahan yang ingin kamu bagikan? Atau mungkin ada pertanyaan terkait contoh surat lamaran ini? Yuk, share pengalaman dan pertanyaanmu di kolom komentar di bawah!

Posting Komentar