Contoh Surat Undangan Rapat Desa Lengkap & Gampang Dibikin
Surat undangan rapat desa adalah dokumen resmi yang sangat penting dalam tata kelola pemerintahan desa. Dokumen ini berfungsi sebagai pemberitahuan sekaligus ajakan formal kepada pihak-pihak terkait, baik itu perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, atau seluruh warga desa, untuk menghadiri sebuah pertemuan atau musyawarah yang akan diselenggarakan. Keberadaan surat undangan memastikan bahwa proses penyelenggaraan rapat berjalan sesuai prosedur dan tercatat dengan baik.
Membuat surat undangan rapat desa tidak bisa asal-asalan, lho. Ada format standar yang umumnya diikuti agar terlihat profesional dan isinya mudah dipahami oleh penerima. Format ini juga penting untuk keperluan administrasi dan pengarsipan di kantor desa.
Komponen Penting dalam Surat Undangan Rapat Desa¶
Sebuah surat undangan resmi, termasuk untuk keperluan rapat desa, memiliki beberapa komponen standar yang wajib ada. Kelengkapan komponen ini menjamin keabsahan dan kejelasan informasi yang disampaikan. Memahami setiap bagiannya akan sangat membantu Anda dalam menyusun surat undangan yang efektif.
Image just for illustration
Kop Surat (Header)¶
Bagian paling atas dari surat undangan adalah kop surat atau kepala surat. Kop surat ini biasanya berisi nama lembaga atau instansi yang mengeluarkan surat, dalam hal ini Pemerintah Desa atau Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Di dalamnya terdapat nama desa, alamat lengkap desa, nomor telepon (jika ada), alamat email (jika ada), dan seringkali lambang daerah atau logo desa. Kop surat menegaskan identitas pengirim surat dan memberikan kesan resmi.
Nomor Surat, Lampiran, dan Perihal¶
Setelah kop surat, biasanya ada bagian yang mencantumkan informasi administrasi surat:
* Nomor Surat: Kode unik untuk setiap surat keluar. Penting untuk sistem pengarsipan agar mudah dilacak. Formatnya biasanya mencakup nomor urut surat, kode instansi/desa, bulan, dan tahun. Contoh: 001/UND-PEMDES/I/2024.
* Lampiran: Menyebutkan jumlah dokumen pendukung yang disertakan bersama surat undangan (jika ada). Contoh: 1 (satu) berkas, atau Cek Agenda Rapat (jika agendanya detail). Jika tidak ada lampiran, cukup ditulis ‘-‘.
* Perihal: Ringkasan singkat mengenai isi surat. Harus jelas dan langsung ke pokok masalah. Contoh: Undangan Rapat Musyawarah Desa, Undangan Rapat Koordinasi, Undangan Rapat BPD.
Tanggal Pembuatan Surat¶
Tanggal kapan surat undangan tersebut dibuat dan dikeluarkan. Penulisannya biasanya di sisi kanan atas atau di bawah bagian nomor surat. Penting untuk mengetahui kapan surat ini diterbitkan, terutama terkait dengan batas waktu respons atau persiapan rapat. Formatnya Hari, Tanggal Bulan Tahun (misalnya, Senin, 29 Januari 2024).
Alamat Penerima Surat¶
Menyebutkan kepada siapa surat undangan ini ditujukan. Bisa spesifik perorangan (Yth. Bapak/Ibu Kepala Dusun…, Yth. Bapak/Ibu Anggota BPD…) atau secara umum kepada kelompok (Yth. Seluruh Warga Desa…). Bagian ini memastikan surat sampai ke tangan yang benar. Penulisan biasanya diawali dengan ‘Kepada Yth.’ dan diikuti nama/jabatan/kelompok penerima serta alamatnya (misalnya, Di tempat).
Salam Pembuka¶
Salam pembuka adalah sapaan sopan sebelum masuk ke isi surat. Contoh yang umum digunakan dalam surat resmi adalah “Dengan hormat,”. Setelah salam pembuka, biasanya diikuti koma (,).
Isi Surat (Pokok Undangan)¶
Bagian inti dari surat undangan. Di sinilah dijelaskan maksud dan tujuan pengiriman surat, yaitu mengundang untuk menghadiri rapat. Informasi yang wajib tercantum di bagian isi meliputi:
* Hari dan Tanggal Rapat: Pastikan jelas agar tidak terjadi kesalahpahaman jadwal.
* Waktu Rapat: Jam dimulainya rapat. Sebaiknya juga cantumkan perkiraan jam selesai jika memungkinkan.
* Tempat Rapat: Lokasi spesifik pelaksanaan rapat (misalnya, Balai Desa, Aula Pertemuan RW…).
* Agenda Rapat: Poin-poin atau topik yang akan dibahas dalam rapat tersebut. Ini penting agar peserta bisa mempersiapkan diri. Sebutkan secara ringkas namun jelas.
Bagian ini harus disusun dengan kalimat yang lugas, efektif, dan mudah dipahami. Hindari penggunaan bahasa yang bertele-tele.
Salam Penutup¶
Sapaan sopan untuk mengakhiri surat. Contoh yang umum adalah “Atas perhatian Bapak/Ibu/Saudara, kami ucapkan terima kasih.” atau “Demikian undangan ini kami sampaikan, atas kehadiran Bapak/Ibu/Saudara tepat waktu kami ucapkan terima kasih.”
Nama dan Jabatan Pengirim Surat¶
Bagian paling bawah, berisi nama lengkap dan jabatan pihak yang mengundang atau mewakili lembaga pengundang. Misalnya, Kepala Desa, Ketua BPD, atau Ketua Panitia. Di bawah nama dan jabatan, terdapat ruang untuk tanda tangan dan cap stempel lembaga. Tanda tangan dan stempel memberikan validitas hukum pada surat tersebut.
Tembusan (Jika Ada)¶
Jika surat undangan tersebut perlu diketahui oleh pihak lain yang tidak diundang sebagai peserta utama, maka bagian ini digunakan. Contohnya, tembusan kepada Camat, Kepala Dinas terkait, atau Arsip. Bagian tembusan diletakkan di bagian kiri bawah surat.
Pentingnya Undangan Resmi dalam Rapat Desa¶
Menggunakan surat undangan resmi, terutama untuk rapat-rapat penting seperti Musyawarah Desa (Musdes) atau rapat BPD, bukanlah sekadar formalitas semata. Ada beberapa alasan mendasar mengapa ini sangat penting:
1. Dasar Hukum dan Administrasi¶
Surat undangan menjadi bukti tertulis bahwa sebuah rapat telah direncanakan dan diundang secara resmi. Ini krusial untuk kepatuhan terhadap Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (UU Desa) dan peraturan turunannya yang mengatur tata kelola desa. Undangan resmi adalah bagian dari dokumentasi administrasi desa yang baik.
2. Kejelasan Informasi¶
Semua detail penting tentang rapat (waktu, tempat, agenda) tersampaikan secara jelas dan seragam kepada semua penerima. Ini meminimalisir kebingungan atau kesalahan informasi yang bisa terjadi jika undangan disampaikan secara lisan atau tidak formal.
3. Bukti Pengiriman¶
Adanya surat undangan resmi (dan sistem pencatatannya) menjadi bukti bahwa pihak yang bersangkutan telah diundang. Ini penting jika di kemudian hari ada pertanyaan mengenai keabsahan atau partisipasi dalam rapat tersebut. Dalam beberapa kasus, daftar hadir rapat juga mencatat berdasarkan undangan nomor berapa.
4. Menghargai Penerima¶
Mengirimkan undangan resmi menunjukkan profesionalisme dan penghargaan terhadap waktu serta peran para penerima. Mereka dianggap penting untuk hadir dan berpartisipasi dalam rapat.
5. Arsip dan Akuntabilitas¶
Surat undangan menjadi bagian dari arsip desa yang bisa diakses kembali di masa mendatang. Ini mendukung transparansi dan akuntabilitas dalam setiap kegiatan pemerintahan desa.
Berbagai Jenis Rapat Desa yang Membutuhkan Undangan¶
Rapat di desa bisa sangat beragam tujuannya, dan jenis rapat ini akan mempengaruhi siapa yang diundang dan agenda yang dicantumkan dalam surat. Berikut beberapa jenis rapat desa yang umumnya memerlukan surat undangan resmi:
Musyawarah Desa (Musdes)¶
Ini adalah forum tertinggi dalam pengambilan keputusan di desa, melibatkan Pemerintah Desa, BPD, dan unsur masyarakat yang ditetapkan dalam peraturan desa. Musdes diselenggarakan untuk berbagai agenda penting, seperti:
* Perencanaan pembangunan desa (Musrenbangdes)
* Penetapan Peraturan Desa (Perdes)
* Pertanggungjawaban kinerja kepala desa (LKPJ)
* Pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa)
* Kerja sama antar desa
* Penyelesaian aset desa
* Lain-lain yang ditetapkan oleh peraturan desa.
Undangan Musdes biasanya ditujukan kepada Kepala Desa, seluruh Perangkat Desa, seluruh Anggota BPD, Ketua RT/RW, tokoh agama, tokoh masyarakat, perwakilan kelompok perempuan, perwakilan petani, perwakilan nelayan (jika ada), perwakilan disabilitas, dan unsur masyarakat lainnya yang relevan.
Image just for illustration
Rapat Badan Permusyawaratan Desa (BPD)¶
BPD memiliki agenda rapat internalnya sendiri, misalnya untuk membahas dan menyepakati rancangan Perdes, mengevaluasi kinerja kepala desa, atau menyusun tata tertib BPD. Undangan rapat BPD ditujukan kepada seluruh anggota BPD. Terkadang Kepala Desa atau perangkat desa tertentu diundang untuk hadir dalam rapat BPD yang membahas topik tertentu.
Rapat Koordinasi Perangkat Desa¶
Rapat internal yang diselenggarakan oleh Kepala Desa untuk berkoordinasi dengan seluruh perangkat desa (Sekretaris Desa, Kepala Urusan, Kepala Seksi, Kepala Dusun). Tujuannya bisa untuk membahas pelaksanaan program kerja, evaluasi kinerja, persiapan kegiatan, atau masalah-masalah operasional sehari-hari. Undangannya ditujukan kepada seluruh perangkat desa.
Rapat Khusus atau Panitia¶
Rapat yang diselenggarakan oleh atau untuk kepanitiaan tertentu, misalnya Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades), Panitia Pembangunan, Panitia Hari Besar Nasional, dll. Undangannya ditujukan kepada anggota panitia atau pihak terkait lainnya yang perlu hadir.
Rapat Warga Umum¶
Meskipun Musdes adalah forum tertinggi yang melibatkan masyarakat, terkadang ada rapat warga yang lebih spesifik atau untuk agenda yang tidak masuk kategori Musdes formal, misalnya sosialisasi program tertentu, pengumuman penting, atau persiapan gotong royong akbar. Undangannya bisa ditujukan kepada seluruh warga (misal, melalui pengumuman di papan informasi atau diundang perwakilan RT/RW).
Tips Menyusun Surat Undangan Rapat Desa yang Efektif¶
Agar surat undangan rapat desa Anda efektif dan mencapai tujuannya, perhatikan tips berikut:
- Gunakan Bahasa yang Jelas dan Lugas: Hindari kalimat yang rumit atau ambigu. Sampaikan informasi dengan straightforward.
- Pastikan Informasi Lengkap dan Akurat: Cek kembali hari, tanggal, waktu, tempat, dan agenda. Salah satu saja bisa menyebabkan ketidaknyamanan atau bahkan gagalnya rapat.
- Cantumkan Tujuan Rapat (jika perlu): Di bagian isi, selain agenda, bisa ditambahkan sedikit kalimat pengantar mengenai pentingnya rapat tersebut. Ini bisa memotivasi penerima untuk hadir.
- Sertakan Kontak Person (Opsional): Jika ada pertanyaan atau konfirmasi kehadiran, cantumkan nomor telepon atau kontak person yang bisa dihubungi.
- Kirim Tepat Waktu: Jangan mendadak. Berikan cukup waktu bagi penerima untuk mempersiapkan diri dan mengatur jadwal mereka. Untuk rapat penting seperti Musdes, biasanya undangan diberikan beberapa hari sebelumnya.
- Arsipkan dengan Baik: Simpan salinan surat undangan untuk dokumentasi dan referensi di masa mendatang.
- Perhatikan Audiens: Jika mengundang warga umum, gunakan bahasa yang lebih mudah dipahami oleh semua kalangan. Jika mengundang internal perangkat desa atau BPD, bahasa yang digunakan bisa lebih formal.
Contoh-Contoh Surat Undangan Rapat Desa¶
Berikut ini adalah beberapa contoh format surat undangan rapat desa untuk berbagai keperluan. Anda bisa menyesuaikannya dengan kondisi dan kebutuhan spesifik desa Anda.
Contoh 1: Surat Undangan Musyawarah Desa (Musdes)¶
Ini adalah contoh untuk Musdes Perencanaan Pembangunan Desa.
[Kop Surat Pemerintah Desa]
PEMERINTAH DESA [Nama Desa]
KECAMATAN [Nama Kecamatan] KABUPATEN [Nama Kabupaten]
Alamat: [Alamat Lengkap Desa]
Telepon: [Nomor Telepon Desa jika ada] Email: [Alamat Email Desa jika ada]
Nomor : [Nomor Surat]
Lampiran : [Jumlah Lampiran, misal: 1 (satu) berkas Rancangan Kegiatan]
Perihal : Undangan Musyawarah Desa [Tujuan Musdes, misal: Perencanaan Pembangunan Desa Tahun...]
[Tempat, Tanggal Surat Dibuat]
Kepada Yth.
Bapak/Ibu/Saudara
[Daftar atau Kelompok Penerima, misal:
1. Ketua dan Anggota BPD
2. Ketua dan Anggota LPM
3. Ketua RT/RW se-Desa [Nama Desa]
4. Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat
5. Perwakilan Kelompok Perempuan, Petani, Nelayan, Disabilitas
6. Kepala Dusun se-Desa [Nama Desa]
Di tempat
Dengan hormat,
Dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) untuk Tahun Anggaran [Tahun Rencana], maka bersama ini kami mengharapkan kehadiran Bapak/Ibu/Saudara pada acara Musyawarah Desa yang akan diselenggarakan pada:
Hari : [Hari]
Tanggal : [Tanggal Lengkap]
Waktu : Pukul [Jam Mulai] WIB s/d Selesai
Tempat : [Lokasi, misal: Balai Pertemuan Desa [Nama Desa]]
Agenda : 1. Pembukaan
2. Paparan Rancangan Kegiatan Pembangunan Desa
3. Pembahasan dan Penetapan Skala Prioritas Pembangunan
4. Lain-lain
5. Penutup
Mengingat pentingnya acara ini bagi kemajuan desa kita, kami sangat mengharapkan kehadiran Bapak/Ibu/Saudara tepat waktu. Rancangan awal daftar kegiatan pembangunan terlampir sebagai bahan bacaan awal.
Demikian undangan ini kami sampaikan. Atas perhatian dan partisipasi aktif Bapak/Ibu/Saudara, kami ucapkan terima kasih.
[Salam Penutup, misal: Hormat kami,]
[Nama Jabatan Pengundang, misal: Kepala Desa [Nama Desa]]
[Tanda Tangan & Stempel]
[Nama Lengkap Pengundang]
Tembusan:
1. Yth. Bapak Camat [Nama Kecamatan]
2. Arsip
Contoh 2: Surat Undangan Rapat Koordinasi Perangkat Desa¶
Contoh undangan rapat internal yang lebih sederhana.
[Kop Surat Pemerintah Desa]
PEMERINTAH DESA [Nama Desa]
KECAMATAN [Nama Kecamatan] KABUPATEN [Nama Kabupaten]
Alamat: [Alamat Lengkap Desa]
Nomor : [Nomor Surat]
Lampiran : -
Perihal : Undangan Rapat Koordinasi
[Tempat, Tanggal Surat Dibuat]
Kepada Yth.
Seluruh Perangkat Desa [Nama Desa]
Di tempat
Dengan hormat,
Sehubungan dengan evaluasi pelaksanaan program kerja bulan ini dan persiapan kegiatan di bulan mendatang, kami mengundang Bapak/Ibu Perangkat Desa untuk menghadiri Rapat Koordinasi yang akan dilaksanakan pada:
Hari : [Hari]
Tanggal : [Tanggal Lengkap]
Waktu : Pukul [Jam Mulai] WIB
Tempat : [Lokasi, misal: Ruang Rapat Kantor Desa [Nama Desa]]
Agenda : 1. Evaluasi Program Kerja
2. Sinkronisasi Kegiatan Bulan Depan
3. Pembahasan Isu Aktual
4. Lain-lain
Kehadiran seluruh Perangkat Desa sangat diharapkan demi kelancaran roda pemerintahan dan pelayanan di desa kita.
Demikian undangan ini kami sampaikan. Atas perhatian dan kehadiran Bapak/Ibu, kami ucapkan terima kasih.
[Salam Penutup, misal: Hormat kami,]
[Nama Jabatan Pengundang, misal: Kepala Desa [Nama Desa]]
[Tanda Tangan & Stempel]
[Nama Lengkap Pengundang]
Contoh 3: Surat Undangan Rapat Badan Permusyawaratan Desa (BPD)¶
Contoh undangan yang dikeluarkan oleh BPD.
[Kop Surat BPD]
BADAN PERMUSYAWARATAN DESA (BPD) [Nama Desa]
KECAMATAN [Nama Kecamatan] KABUPATEN [Nama Kabupaten]
Alamat: [Alamat Lengkap BPD, jika berbeda dari Kantor Desa]
Nomor : [Nomor Surat BPD]
Lampiran : [Jumlah Lampiran, misal: 1 (satu) berkas Rancangan Perdes]
Perihal : Undangan Rapat Pembahasan [Topik Rapat, misal: Rancangan Peraturan Desa tentang...]
[Tempat, Tanggal Surat Dibuat]
Kepada Yth.
Bapak/Ibu Anggota BPD [Nama Desa]
Di tempat
Dengan hormat,
Dalam rangka melaksanakan fungsi legislasi dan pengawasan BPD, kami mengundang Bapak/Ibu Anggota BPD untuk menghadiri Rapat Pembahasan [Topik Rapat] yang akan diselenggarakan pada:
Hari : [Hari]
Tanggal : [Tanggal Lengkap]
Waktu : Pukul [Jam Mulai] WIB s/d Selesai
Tempat : [Lokasi, misal: Ruang Rapat BPD atau Balai Desa [Nama Desa]]
Agenda : 1. Pembukaan
2. Pembahasan Rancangan Peraturan Desa tentang [Nama Perdes]
3. Pengesahan/Penyampaian Rekomendasi (jika sesuai agenda)
4. Lain-lain
5. Penutup
Mengingat pentingnya agenda rapat ini, mohon kehadiran Bapak/Ibu tepat waktu. Bahan pembahasan terlampir (jika ada).
Demikian undangan ini kami sampaikan. Atas perhatian dan kehadiran Bapak/Ibu, kami ucapkan terima kasih.
[Salam Penutup, misal: Hormat kami,]
[Nama Jabatan Pengundang, misal: Ketua BPD [Nama Desa]]
[Tanda Tangan & Stempel BPD]
[Nama Lengkap Pengundang]
Tembusan:
1. Yth. Bapak Kepala Desa [Nama Desa] (untuk diketahui)
2. Arsip
Contoh 4: Surat Undangan Rapat Warga (Acara Tertentu)¶
Contoh untuk acara yang melibatkan partisipasi warga lebih luas di luar Musdes formal.
[Kop Surat Pemerintah Desa]
PEMERINTAH DESA [Nama Desa]
KECAMATAN [Nama Kecamatan] KABUPATEN [Nama Kabupaten]
Alamat: [Alamat Lengkap Desa]
Nomor : [Nomor Surat]
Lampiran : -
Perihal : Undangan Rapat Koordinasi Persiapan [Nama Acara, misal: Peringatan HUT RI ke-...]
[Tempat, Tanggal Surat Dibuat]
Kepada Yth.
Bapak/Ibu/Saudara
Warga Masyarakat/Perwakilan RT/RW [Nama Desa]
(sesuai target audiens)
Di tempat
Dengan hormat,
Menindaklanjuti rencana penyelenggaraan acara [Nama Acara] di tingkat desa, bersama ini kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara untuk hadir dalam Rapat Koordinasi Persiapan yang akan dilaksanakan pada:
Hari : [Hari]
Tanggal : [Tanggal Lengkap]
Waktu : Pukul [Jam Mulai] WIB
Tempat : [Lokasi, misal: Balai Desa [Nama Desa]]
Agenda : 1. Pembentukan Panitia Pelaksana
2. Pembahasan Rancangan Kegiatan
3. Pembahasan Kebutuhan Anggaran
4. Lain-lain
Kami sangat mengharapkan kehadiran Bapak/Ibu/Saudara sekalian untuk berpartisipasi aktif dalam perencanaan acara ini demi kesuksesan bersama.
Demikian undangan ini kami sampaikan. Atas perhatian dan kehadiran Bapak/Ibu/Saudara, kami ucapkan terima kasih.
[Salam Penutup, misal: Hormat kami,]
[Nama Jabatan Pengundang, misal: Kepala Desa [Nama Desa] atau Ketua Panitia (jika sudah terbentuk)]
[Tanda Tangan & Stempel]
[Nama Lengkap Pengundang]
Fakta Menarik tentang Rapat Desa di Indonesia¶
- Musdes Adalah Jantung Demokrasi Desa: UU Desa mengakui Musyawarah Desa sebagai forum permusyawaratan tertinggi di desa, yang secara esensial adalah perwujudan demokrasi langsung di tingkat akar rumput. Ini adalah momen krusial di mana suara masyarakat didengar dalam proses pengambilan keputusan penting.
- Perempuan Wajib Terlibat: Undang-Undang Desa secara eksplisit mendorong partisipasi perempuan dalam Musyawarah Desa. Keterwakilan perempuan dalam forum pengambilan keputusan desa sangat penting untuk memastikan kebutuhan dan aspirasi perempuan terakomodasi dalam pembangunan desa.
- Arsip Itu Penting! Tidak hanya surat undangan, notulen atau catatan hasil rapat desa juga merupakan dokumen penting yang wajib diarsipkan. Ini menjadi bukti legal atas keputusan yang diambil dan dasar pelaksanaan kegiatan di desa. Sistem pengarsipan yang baik mendukung transparansi.
- Berubah Mengikuti Zaman: Meskipun surat undangan fisik masih dominan, di banyak desa, penyampaian informasi rapat juga mulai memanfaatkan teknologi digital seperti grup WhatsApp atau email untuk efisiensi, meskipun undangan fisik tetap penting untuk dokumentasi resmi.
Tantangan dalam Penyelenggaraan Rapat Desa¶
Meskipun prosesnya sudah diatur, penyelenggaraan rapat desa, termasuk penyampaian undangan, seringkali menghadapi tantangan. Tingkat kehadiran peserta, terutama dari unsur masyarakat umum, bisa bervariasi tergantung topik dan waktu pelaksanaan. Undangan yang jelas, informasi agenda yang menarik, serta waktu dan tempat yang mudah dijangkau bisa menjadi solusi untuk meningkatkan partisipasi. Komunikasi yang berulang atau sosialisasi awal tentang pentingnya rapat juga bisa membantu.
Kesimpulan¶
Surat undangan rapat desa adalah elemen fundamental dalam penyelenggaraan roda pemerintahan dan pembangunan di desa. Formatnya yang resmi dan komponennya yang lengkap memastikan informasi tersampaikan dengan baik, menjadi dasar administrasi, serta mendukung transparansi dan akuntabilitas. Berbagai jenis rapat desa memiliki karakteristik undangan yang sedikit berbeda, tergantung tujuan dan pesertanya. Dengan memahami komponen penting, tips penulisan, dan melihat contoh-contoh yang ada, aparat desa atau pihak lain yang bertugas dapat menyusun surat undangan yang efektif dan profesional. Ingat, undangan yang baik adalah langkah awal menuju rapat yang produktif.
Nah, itu dia panduan lengkap mengenai contoh surat undangan rapat desa beserta seluk beluknya. Semoga informasi dan contoh-contoh di atas bermanfaat ya bagi Anda yang sedang bertugas membuat surat undangan untuk acara di desa.
Pernah punya pengalaman seru atau tantangan dalam menyelenggarakan rapat desa? Atau mungkin punya tips lain terkait pembuatan surat undangan rapat desa? Yuk, share di kolom komentar!
Posting Komentar