Begini Cara Cepat Bikin Contoh Surat Izin Uji Validitas Data Skripsimu
Sebelum data penelitian bisa dianggap layak pakai, instrumen pengumpul datanya, seperti kuesioner atau tes, harus dipastikan valid dan reliabel. Proses ini sering disebut uji coba instrumen atau try out. Nah, untuk melakukan uji coba instrumen ini, apalagi kalau target respondennya spesifik (misalnya siswa di sekolah tertentu, karyawan di perusahaan, atau komunitas tertentu), kamu butuh yang namanya surat izin uji validitas. Surat ini fungsinya sebagai permohonan resmi kepada pihak yang berwenang di lokasi penelitian kamu, meminta izin untuk melakukan kegiatan uji coba instrumen tersebut.
Kenapa sih harus pakai surat izin segala? Bukannya tinggal sebar kuesioner aja? Eits, tidak semudah itu, Gaes. Ada beberapa alasan kuat kenapa surat izin itu penting banget. Pertama, ini soal etika penelitian. Kamu mau menggunakan waktu dan mungkin data dari orang lain atau institusi lain, jadi sudah sepantasnya kamu meminta izin secara formal. Kedua, ini soal legalitas dan prosedur. Banyak institusi punya aturan ketat soal siapa saja yang boleh berinteraksi dengan anggotanya atau mengakses fasilitas mereka. Surat izin membuktikan bahwa kegiatanmu sudah diketahui dan diizinkan oleh pihak terkait. Ketiga, surat izin ini bisa jadi akses kamu. Tanpa surat ini, kamu mungkin tidak diizinkan masuk, bertemu responden, atau menggunakan tempat untuk menyebar instrumen.
Surat izin uji validitas ini menunjukkan profesionalisme kamu sebagai peneliti. Ini adalah langkah awal yang krusial sebelum kamu benar-benar masuk ke lapangan untuk mengumpulkan data. Proses uji validitas sendiri adalah tahapan penting dalam metodologi penelitian untuk memastikan bahwa instrumen yang kamu gunakan benar-benar mengukur apa yang seharusnya diukur (validitas) dan memberikan hasil yang konsisten jika digunakan berulang kali (reliabilitas). Jadi, surat izin ini adalah “kunci” untuk memulai proses penting tersebut.
Fakta Menarik: Tahukah kamu? Pentingnya formalitas seperti surat izin ini terkait erat dengan prinsip informed consent dalam penelitian, lho. Meskipun uji coba instrumen biasanya tidak sekompleks pengumpulan data utama, meminta izin secara formal tetap mencerminkan penghargaan terhadap hak-hak responden dan institusi tempat kamu melakukan uji coba. Penelitian yang mengabaikan prosedur formal seringkali berujung pada kesulitan akses, penolakan dari responden, bahkan masalah etika di kemudian hari.
Struktur Dasar Surat Izin Uji Validitas¶
Sama seperti surat formal lainnya, surat izin uji validitas punya struktur standar yang harus dipenuhi agar dianggap sah dan profesional. Memahami setiap bagiannya membantumu menyusun surat yang jelas dan efektif.
Secara umum, struktur surat izin uji validitas mencakup elemen-elemen berikut:
- Kepala Surat (Kop Surat): Biasanya mencantumkan nama dan alamat institusi pengirim surat (misalnya universitas tempat kamu bernaung), nomor surat, tanggal, perihal, dan lampiran (jika ada, misalnya proposal mini atau instrumen yang akan diuji).
- Pihak yang Dituju: Ini adalah bagian di mana kamu menuliskan kepada siapa surat ini ditujukan (misalnya Kepala Sekolah, Manajer HRD, atau Ketua Komunitas). Sebutkan jabatannya dan nama institusinya.
- Salam Pembuka: Gunakan salam formal seperti “Dengan hormat,”.
- Isi Surat: Ini adalah inti suratnya. Di sini kamu menjelaskan:
- Identitas kamu sebagai peneliti (nama, NIM/Nomor Induk, program studi/jurusan).
- Maksud dan tujuan surat, yaitu memohon izin untuk melakukan uji coba instrumen (uji validitas dan reliabilitas).
- Judul atau topik penelitian secara umum (tidak perlu terlalu detail, cukup yang relevan).
- Jenis instrumen yang akan diuji (misalnya kuesioner, soal tes, lembar observasi).
- Deskripsi singkat kegiatan yang akan dilakukan (misalnya menyebar kuesioner kepada responden, meminta responden mengisi soal tes).
- Target responden (jumlah responden yang dibutuhkan untuk uji coba).
- Estimasi waktu pelaksanaan kegiatan uji coba.
- Harapan atau permohonan dukungan dari pihak yang dituju.
- Penutup: Ungkapan terima kasih dan salam penutup formal (“Atas perhatian dan kerja sama Bapak/Ibu, kami ucapkan terima kasih.”, “Hormat kami,”).
- Tanda Tangan: Tanda tangan peneliti, mengetahui/menyetujui oleh pembimbing atau ketua program studi/jurusan, dan stempel institusi pengirim (jika diperlukan oleh pihak penerima).
Berikut adalah gambaran struktur dalam bentuk tabel:
| Bagian Surat | Keterangan |
|---|---|
| Kepala Surat | Nama Institusi Pengirim, Alamat, No. Surat, Tanggal, Perihal, Lampiran |
| Pihak yang Dituju | Jabatan dan Nama Institusi Penerima |
| Salam Pembuka | Salam formal (misal: Dengan hormat,) |
| Isi Surat | Identitas Peneliti, Maksud/Tujuan, Judul Penelitian, Deskripsi Kegiatan, Target, Waktu, Permohonan |
| Penutup | Ungkapan Terima Kasih, Salam Penutup (misal: Hormat kami,) |
| Tanda Tangan | Peneliti, Mengetahui/Menyetujui oleh Pihak Berwenang, Stempel Institusi |
Memastikan semua bagian ini ada akan membuat suratmu terlihat profesional dan mudah diproses oleh pihak penerima.
Image just for illustration
Contoh Surat Izin Uji Validitas (Versi Umum)¶
Berikut adalah contoh template surat izin uji validitas yang bisa kamu modifikasi sesuai kebutuhanmu. Ini adalah versi umum yang bisa disesuaikan untuk berbagai konteks (kecuali konteks yang sangat spesifik seperti rumah sakit atau lembaga pemerintahan yang mungkin punya prosedur lebih ketat).
[KOP SURAT INSTITUSI PENGIRIM]
(Misal: Universitas ABCD)
(Fakultas/Program Studi EFG)
(Alamat Lengkap, Telepon, Fax, Email)
Nomor: [Nomor Surat Internal Institusi, misal: 123/UN-ABCD/F-EFG/VIII/2023]
Lampiran: 1 (satu) berkas [Jika melampirkan proposal mini atau instrumen]
Perihal: Permohonan Izin Uji Validitas Instrumen Penelitian
Yth. [Jabatan Pihak yang Dituju, misal: Kepala Bagian Sumber Daya Manusia]
[Nama Institusi Penerima, misal: PT XYZ]
[Alamat Institusi Penerima]
di [Kota]
Dengan hormat,
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama: [Nama Lengkap Kamu]
NIM: [Nomor Induk Mahasiswa/Nomor Induk Pegawai]
Program Studi: [Nama Program Studi/Jurusan]
Fakultas: [Nama Fakultas]
Universitas: [Nama Universitas]
Dengan ini mengajukan permohonan izin untuk dapat melakukan uji coba instrumen penelitian (uji validitas dan reliabilitas) di lingkungan [Nama Institusi Penerima]. Kegiatan ini merupakan bagian dari tahap awal penyusunan tugas akhir/skripsi/tesis/disertasi/penelitian saya yang berjudul “[Judul Penelitian Singkat atau Topik]”.
Adapun instrumen yang akan diuji cobakan adalah [Sebutkan jenis instrumen, misal: Kuesioner tentang Tingkat Kepuasan Karyawan / Soal Tes Kemampuan Matematika]. Rencananya, kegiatan uji coba ini akan melibatkan sekitar [Perkirakan Jumlah Responden, misal: 30] responden dari [Sebutkan target responden secara spesifik, misal: karyawan di Divisi Marketing PT XYZ / siswa kelas XI IPA di SMA Negeri 1 Kota A].
Pelaksanaan kegiatan uji coba instrumen ini diperkirakan akan dilaksanakan pada tanggal [Rentang Tanggal Pelaksanaan, misal: 28 Agustus 2023 s.d. 1 September 2023]. Kami akan berusaha agar pelaksanaan uji coba ini tidak mengganggu aktivitas utama [Nama Institusi Penerima] dan kami menjamin kerahasiaan data responden sesuai dengan etika penelitian.
Besar harapan kami Bapak/Ibu dapat memberikan izin dan bantuan seperlunya agar kegiatan uji coba instrumen ini dapat berjalan lancar. Atas perhatian dan kerja sama Bapak/Ibu, kami ucapkan terima kasih.
Hormat kami,
[Tanda Tangan Kamu]
[Nama Lengkap Kamu]
NIM: [Nomor Induk Mahasiswa/Nomor Induk Pegawai]
Mengetahui/Menyetujui,
[Tanda Tangan Pembimbing/Kaprodi]
[Nama Lengkap Pembimbing/Kaprodi]
[Jabatan, misal: Dosen Pembimbing Skripsi / Ketua Program Studi]
NIP: [Nomor Induk Pegawai/Dosen]
[Stempel Institusi Pengirim]
Tips Tambahan: Sebelum mengirimkan surat ini, pastikan kamu sudah menanyakan prosedur pengajuan izin di institusi yang kamu tuju. Setiap institusi mungkin punya persyaratan atau format khusus.
Contoh Surat Izin Uji Validitas (Khusus Sekolah/Universitas)¶
Jika target uji coba instrumen kamu adalah siswa, guru, atau staf di sebuah sekolah atau universitas, ada baiknya surat izinmu sedikit disesuaikan. Biasanya, pihak sekolah atau universitas akan ingin tahu detail tentang supervisor atau pembimbing penelitianmu.
[KOP SURAT UNIVERSITAS/INSTITUSI PENGIRIM]
(Misal: Universitas Pendidikan Bangsa)
(Fakultas Ilmu Pendidikan)
(Program Studi Pendidikan Guru SD)
(Alamat Lengkap, Telepon, Fax, Email)
Nomor: [Nomor Surat Internal Institusi, misal: 045/UN-UPB/FIP/PGSD/IX/2023]
Lampiran: 1 (satu) berkas (berisi proposal mini dan instrumen uji coba)
Perihal: Permohonan Izin Pelaksanaan Uji Validitas Instrumen Penelitian
Yth. Bapak/Ibu Kepala [Nama Sekolah/Universitas, misal: SMA Negeri 2 Kota Makmur]
di [Kota Lokasi Sekolah/Universitas]
Dengan hormat,
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama: [Nama Lengkap Kamu]
NIM: [Nomor Induk Mahasiswa]
Program Studi: [Nama Program Studi]
Fakultas: [Nama Fakultas]
Universitas: [Nama Universitas]
Bermaksud memohon izin kepada Bapak/Ibu untuk dapat melakukan uji coba instrumen penelitian (uji validitas dan reliabilitas) di lingkungan [Nama Sekolah/Universitas Tujuan]. Kegiatan ini adalah bagian dari penelitian saya dalam rangka penyusunan skripsi dengan judul “[Judul Lengkap Skripsi]”. Penelitian ini di bawah bimbingan:
Nama Dosen Pembimbing: [Nama Lengkap Dosen Pembimbing]
NIP: [Nomor Induk Pegawai Dosen]
Jabatan: [Jabatan Dosen, misal: Dosen Jurusan Pendidikan Guru SD]
Instrumen yang akan diuji cobakan adalah [Sebutkan jenis instrumen, misal: Kuesioner Minat Belajar Siswa / Soal Tes Literasi Numerasi]. Uji coba instrumen ini rencananya akan melibatkan responden sebanyak sekitar [Perkirakan Jumlah Responden, misal: 40] siswa dari kelas [Sebutkan tingkat atau kelas, misal: Kelas X / Kelas XI IPS].
Pelaksanaan uji coba direncanakan pada tanggal [Rentang Tanggal Pelaksanaan, misal: 4 September 2023 s.d. 8 September 2023]. Kami berkomitmen untuk melaksanakan kegiatan ini secara profesional dan kooperatif dengan pihak sekolah/universitas agar tidak mengganggu proses belajar mengajar atau kegiatan lainnya. Data yang terkumpul akan dijaga kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk kepentingan penelitian ini.
Besar harapan kami Bapak/Ibu dapat memberikan izin dan dukungan untuk kelancaran pelaksanaan uji coba instrumen ini. Atas perhatian dan ketersediaan Bapak/Ibu, kami ucapkan terima kasih.
Hormat kami,
[Tanda Tangan Kamu]
[Nama Lengkap Kamu]
NIM: [Nomor Induk Mahasiswa]
Mengetahui/Menyetujui,
[Tanda Tangan Dosen Pembimbing]
[Nama Lengkap Dosen Pembimbing]
Dosen Pembimbing Skripsi
NIP: [Nomor Induk Pegawai Dosen]
[Stempel Institusi Pengirim - Fakultas/Universitas]
Perhatikan perbedaan detail pada bagian identitas dan penambahan informasi tentang dosen pembimbing. Ini penting karena seringkali pihak sekolah/universitas perlu mengkonfirmasi bahwa penelitianmu memang benar-benar berafiliasi dengan institusi pendidikanmu.
Contoh Surat Izin Uji Validitas (Khusus Perusahaan/Organisasi)¶
Melakukan uji coba instrumen di lingkungan perusahaan atau organisasi non-pendidikan memerlukan penekanan pada aspek profesionalisme, efisiensi waktu, dan kerahasiaan data. Surat izinmu harus mencerminkan hal-hal ini.
[KOP SURAT UNIVERSITAS/INSTITUSI PENGIRIM]
(Misal: Institut Bisnis dan Ekonomi Jaya)
(Fakultas Ekonomi)
(Program Studi Manajemen)
(Alamat Lengkap, Telepon, Fax, Email)
Nomor: [Nomor Surat Internal Institusi, misal: 567/IBEJ/FE/Manajemen/X/2023]
Lampiran: 1 (satu) berkas (berisi ringkasan penelitian dan kuesioner uji coba)
Perihal: Permohonan Izin Pelaksanaan Uji Coba Instrumen Penelitian
Yth. Bapak/Ibu [Jabatan Pihak yang Berwenang, misal: Manajer Sumber Daya Manusia / Direktur]
[Nama Perusahaan/Organisasi, misal: PT Maju Bersama Sejahtera]
[Alamat Perusahaan/Organisasi]
di [Kota]
Dengan hormat,
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama: [Nama Lengkap Kamu]
NIM: [Nomor Induk Mahasiswa]
Program Studi: [Nama Program Studi]
Fakultas: [Nama Fakultas]
Institut/Universitas: [Nama Institut/Universitas]
Bersama surat ini, saya mengajukan permohonan izin untuk dapat melaksanakan kegiatan uji coba instrumen penelitian (uji validitas dan reliabilitas) di lingkungan [Nama Perusahaan/Organisasi]. Kegiatan ini merupakan bagian dari proses pengumpulan data awal untuk keperluan penelitian saya dengan judul “[Judul Penelitian Singkat atau Topik yang Relevan]”. Penelitian ini dilakukan dalam rangka penyelesaian tugas akhir/skripsi/tesis.
Instrumen yang akan diuji cobakan adalah [Sebutkan jenis instrumen, misal: Kuesioner tentang Budaya Kerja dan Kepuasan Karyawan]. Rencananya, uji coba ini akan melibatkan sekitar [Perkirakan Jumlah Responden, misal: 35] responden yang merupakan [Sebutkan target responden secara spesifik, misal: karyawan di departemen Keuangan dan Pemasaran].
Kami sangat memahami nilai waktu di lingkungan profesional. Oleh karena itu, kami akan berupaya semaksimal mungkin agar proses pengisian instrumen ini berjalan efisien dan tidak mengganggu jam kerja. Estimasi waktu yang dibutuhkan setiap responden untuk mengisi instrumen adalah sekitar [Estimasi Waktu Pengisian, misal: 10-15 menit]. Pelaksanaan uji coba direncanakan pada rentang tanggal [Rentang Tanggal Pelaksanaan, misal: 16 Oktober 2023 s.d. 20 Oktober 2023].
Kami menjamin bahwa semua informasi yang diberikan oleh responden akan dijaga kerahasiaannya dengan ketat dan hanya akan digunakan untuk kepentingan penelitian ini secara agregat (dalam bentuk data statistik, bukan individu).
Besar harapan kami Bapak/Ibu dapat memberikan izin dan fasilitas yang dibutuhkan untuk kelancaran kegiatan uji coba instrumen ini. Atas perhatian, waktu, dan kerja sama Bapak/Ibu, kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.
Hormat kami,
[Tanda Tangan Kamu]
[Nama Lengkap Kamu]
NIM: [Nomor Induk Mahasiswa]
Mengetahui/Menyetujui,
[Tanda Tangan Pihak Berwenang di Institusi Pengirim]
[Nama Lengkap Pihak Berwenang]
[Jabatan, misal: Dosen Pembimbing Tesis / Ketua Program Studi Manajemen]
NIP: [Nomor Induk Pegawai/Dosen]
[Stempel Institusi Pengirim - Fakultas/Institut]
Dalam surat untuk perusahaan, menekankan efisiensi waktu dan jaminan kerahasiaan adalah nilai tambah yang signifikan. Pihak perusahaan sangat menghargai profesionalisme dan dampak minimal terhadap operasional mereka.
Tips Jitu Menyusun Surat Izin¶
Menulis surat izin memang terlihat gampang, tapi ada beberapa tips yang bisa membuat suratmu lebih powerful dan meningkatkan kemungkinan permohonanmu disetujui:
- Gunakan Bahasa Resmi dan Sopan: Meskipun gaya artikel ini kasual, surat resminya tetap harus menggunakan bahasa baku, formal, dan sangat sopan. Hindari singkatan atau bahasa gaul.
- Pastikan Informasi Akurat: Cek kembali semua detail: nama, NIM, nama institusi, jabatan dan nama pihak yang dituju, tanggal, judul penelitian (singkat), jumlah responden, dan perkiraan tanggal pelaksanaan. Salah satu detail saja bisa membuat suratmu tertunda atau ditolak.
- Jelaskan Tujuan dengan Jelas: Perihal surat harus langsung to the point (Permohonan Izin Uji Validitas). Di dalam isi surat, jelaskan kenapa kamu butuh melakukan uji coba instrumen di lokasi tersebut.
- Lampirkan Dokumen Pendukung: Melampirkan ringkasan proposal (terutama bagian metodologi yang menjelaskan uji validitas) dan/atau draf instrumen yang akan diuji bisa sangat membantu. Pihak penerima bisa lebih yakin dengan keseriusan dan profesionalisme penelitianmu.
- Sebutkan Manfaat (jika Ada): Kalau memungkinkan, sebutkan secara singkat potensi manfaat hasil penelitianmu bagi institusi yang kamu tuju (tapi hati-hati, jangan sampai terkesan menjanjikan sesuatu yang berlebihan). Misalnya, “Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi [Nama Institusi Penerima] terkait…”
- Perkirakan Waktu dengan Realistis: Berikan rentang waktu pelaksanaan yang realistis. Jangan terlalu mepet. Beri ruang untuk kemungkinan kendala di lapangan.
- Tawarkan Fleksibilitas: Jika memungkinkan, sampaikan bahwa kamu bersedia menyesuaikan jadwal atau prosedur dengan kebijakan internal institusi penerima. Ini menunjukkan sikap kooperatif.
- Proofread: Jangan pernah mengirim surat tanpa proofreading. Kesalahan ketik atau tata bahasa bisa mengurangi kredibilitasmu.
- Follow-up: Setelah mengirim surat, beri jeda waktu yang wajar (misal 3-5 hari kerja), lalu lakukan follow-up dengan sopan, misalnya melalui telepon ke bagian administrasi atau sekretariat yang dituju, untuk menanyakan status suratmu.
Kesalahan yang Sering Terjadi¶
Ada beberapa jebakan yang harus dihindari saat membuat surat izin ini:
- Informasi Tidak Lengkap: Lupa mencantumkan NIM, nama pembimbing, atau detail kontak.
- Judul Penelitian Terlalu Umum atau Terlalu Panjang: Buat singkat, padat, dan relevan.
- Tidak Menjelaskan Kegiatan Secara Singkat: Pihak penerima perlu tahu apa yang akan kamu lakukan di tempat mereka.
- Target Responden Tidak Jelas: Sebutkan siapa targetnya dan berapa perkiraan jumlahnya.
- Tanggal Pelaksanaan Tidak Ada atau Tidak Realistis: Berikan estimasi tanggal yang masuk akal.
- Bahasa Tidak Formal: Menggunakan bahasa sehari-hari atau terlalu santai.
- Tidak Ada Tanda Tangan/Persetujuan dari Institusi Pengirim: Surat ini harus disetujui oleh pihak yang berwenang di institusi pendidikanmu agar memiliki kekuatan.
- Tidak Melampirkan Dokumen Pendukung: Ini opsional tapi sangat disarankan. Tanpa instrumen atau ringkasan, pihak penerima mungkin ragu untuk memberi izin.
Mengurus surat izin mungkin terasa seperti birokrasi yang ribet, tapi percayalah, ini adalah langkah profesional yang akan memudahkan jalanmu dalam penelitian. Ini menunjukkan bahwa kamu menghargai waktu, privasi, dan aturan institusi lain.
Fakta Menarik Lain: Dalam beberapa kasus penelitian yang melibatkan data sensitif atau populasi rentan (misalnya anak-anak atau pasien rumah sakit), proses perizinan bisa jauh lebih kompleks, melibatkan tinjauan dari komite etik penelitian. Surat izin uji validitas ini adalah versi yang lebih sederhana dari proses perizinan tersebut, namun prinsipnya sama: mendapatkan persetujuan sebelum berinteraksi langsung dengan subjek atau lokasi penelitian.
Langkah Setelah Surat Disetujui¶
Begitu surat izinmu disetujui dan kamu mendapatkan balasan resmi (biasanya dalam bentuk surat balasan atau stempel persetujuan di suratmu), simpan baik-baik dokumen tersebut. Ini adalah bukti bahwa kamu memiliki izin untuk beraktivitas di lokasi tersebut.
Sebelum terjun ke lapangan, pastikan kamu sudah siap:
- Instrumen: Cetak instrumenmu (kuesioner, soal, dll.) sesuai jumlah responden plus cadangan.
- Penjelasan untuk Responden: Siapkan penjelasan singkat mengenai tujuan uji coba, bagaimana cara mengisi instrumen, jaminan kerahasiaan, dan siapa yang bisa dihubungi jika ada pertanyaan. Informed consent, bahkan dalam skala kecil seperti uji coba, itu penting.
- Alat Tulis: Bawa pulpen atau alat tulis lainnya jika responden perlu mengisinya secara manual.
- Surat Izin: Bawa surat izin yang sudah disetujui. Mungkin kamu perlu menunjukkannya kepada petugas keamanan atau staf di lokasi.
- Penampilan: Berpakaianlah rapi dan sopan. Kamu merepresentasikan institusimu.
Selama proses uji coba, bersikaplah profesional, ramah, dan hargai waktu responden. Jika ada pertanyaan, jawab dengan jelas. Setelah selesai, ucapkan terima kasih kepada responden dan pihak institusi yang telah memberikan izin.
Data hasil uji coba inilah yang nantinya akan kamu olah menggunakan software statistik (seperti SPSS, R, atau JASP) untuk menghitung nilai validitas dan reliabilitas instrumenmu. Jika hasilnya belum memuaskan, kamu mungkin perlu merevisi instrumen dan, jika perubahannya signifikan, melakukan uji coba ulang (dan mungkin butuh surat izin lagi!).
Proses uji validitas dan reliabilitas ini memastikan bahwa instrumenmu benar-benar alat ukur yang baik sebelum digunakan untuk mengumpulkan data penelitian utama yang akan menentukan hasil skripsi/tesis/disertasimu. Jadi, bisa dibilang surat izin uji validitas ini adalah langkah pertama yang sangat penting dalam memastikan kualitas data penelitianmu.
Mengurus segala sesuatunya secara formal sejak awal akan menghindarkan kamu dari masalah di kemudian hari dan membuat proses penelitianmu lebih lancar dan kredibel. Jangan pernah menyepelekan pentingnya perizinan!
Semoga contoh-contoh surat dan tips ini membantu kamu dalam menyusun surat izin uji validitas untuk penelitianmu, ya!
Punya pengalaman mengurus surat izin penelitian atau ada pertanyaan seputar ini? Yuk, share di kolom komentar di bawah!
Posting Komentar