Panduan Lengkap Contoh Surat Undangan Nasyiatul Aisyiyah: Ide & Template Gratis

Surat undangan adalah salah satu alat komunikasi tertulis yang penting dalam berbagai organisasi, termasuk Nasyiatul Aisyiyah. Dokumen ini berfungsi untuk memberitahukan dan mengajak pihak-pihak terkait untuk berpartisipasi dalam suatu kegiatan atau acara yang diselenggarakan. Membuat surat undangan yang baik dan efektif adalah keterampilan penting bagi setiap anggota organisasi. Yuk, kita bahas lebih dalam mengenai contoh surat undangan Nasyiatul Aisyiyah!

Mengapa Surat Undangan Penting untuk Nasyiatul Aisyiyah?

Surat undangan bukan hanya sekadar formalitas, lho! Dalam konteks organisasi seperti Nasyiatul Aisyiyah (NA), surat undangan punya peran krusial. Pertama, surat undangan adalah bentuk komunikasi resmi dari organisasi. Dengan adanya surat, kegiatan yang akan dilaksanakan memiliki dasar yang jelas dan terstruktur. Kedua, undangan membantu memperluas jangkauan informasi. Tidak semua orang selalu aktif di media sosial atau grup chat. Surat undangan, terutama yang dikirimkan secara fisik atau melalui email resmi, bisa menjangkau anggota atau pihak-pihak terkait yang mungkin tidak terinformasi melalui saluran lain.

Ketiga, surat undangan juga berfungsi sebagai dokumentasi dan arsip organisasi. Salinan surat undangan yang terdokumentasi dengan baik bisa menjadi bukti kegiatan yang telah dilaksanakan dan penting untuk pelaporan atau keperluan administrasi lainnya. Terakhir, undangan yang dibuat dengan baik juga bisa mencerminkan profesionalitas Nasyiatul Aisyiyah sebagai organisasi yang solid dan terpercaya. Bayangkan jika undangan yang dikirimkan asal-asalan, tentu akan memberikan kesan yang kurang baik, kan?

Contoh Surat Undangan Nasyiatul Aisyiyah
Image just for illustration

Bagian-bagian Penting dalam Surat Undangan Nasyiatul Aisyiyah

Sama seperti surat resmi lainnya, surat undangan Nasyiatul Aisyiyah juga memiliki struktur dan bagian-bagian penting yang perlu diperhatikan. Tujuannya agar informasi yang disampaikan lengkap, jelas, dan mudah dipahami oleh penerima undangan. Berikut ini adalah bagian-bagian penting yang biasanya ada dalam surat undangan NA:

1. Kop Surat (Kepala Surat)

Kop surat adalah identitas organisasi yang paling atas. Biasanya berisi:

  • Logo Nasyiatul Aisyiyah: Sebagai identitas visual utama.
  • Nama Organisasi: Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah, Pimpinan Wilayah, Pimpinan Daerah, atau Pimpinan Cabang/Ranting Nasyiatul Aisyiyah, sesuai dengan tingkatan organisasi yang mengirimkan undangan.
  • Alamat Sekretariat: Alamat lengkap kantor atau sekretariat organisasi.
  • Nomor Telepon dan Email: Informasi kontak yang bisa dihubungi jika ada pertanyaan.
  • Website/Media Sosial (Opsional): Jika ada, bisa ditambahkan untuk informasi lebih lanjut tentang organisasi.

Kop surat ini penting untuk menunjukkan dari mana undangan ini berasal dan memberikan kesan formal. Pastikan kop surat terlihat rapi dan profesional.

2. Tanggal Pembuatan Surat dan Nomor Surat

Bagian ini terletak di bawah kop surat, biasanya di sisi kanan atau kiri.

  • Tanggal Pembuatan Surat: Tanggal, bulan, dan tahun surat undangan tersebut dibuat. Ini penting untuk keperluan arsip dan mengetahui kapan undangan tersebut diterbitkan.
  • Nomor Surat: Nomor urut surat keluar organisasi. Setiap organisasi biasanya memiliki sistem penomoran surat sendiri. Nomor surat ini memudahkan dalam pengarsipan dan pencarian surat di kemudian hari. Format nomor surat bisa bervariasi, misalnya: Nomor: [Nomor Urut]/[Kode Kegiatan]/[Kode Bulan]/[Tahun].

Pencantuman tanggal dan nomor surat menunjukkan ketertiban administrasi organisasi.

3. Lampiran dan Perihal

Bagian ini terletak di bawah tanggal dan nomor surat.

  • Lampiran: Jika ada dokumen tambahan yang disertakan bersama surat undangan (misalnya, jadwal acara detail, proposal kegiatan, dll.), maka dicantumkan jumlah lampirannya. Jika tidak ada, bisa ditulis “Lampiran: -“.
  • Perihal: Judul atau inti dari surat undangan. Perihal harus ringkas dan jelas, menggambarkan isi surat undangan. Contoh perihal: “Undangan Rapat Koordinasi”, “Undangan Pelatihan Kepemimpinan”, “Undangan Pengajian Rutin”, dll.

Perihal membantu penerima undangan untuk langsung memahami maksud dari surat tersebut.

4. Tujuan Surat (Yth.)

Bagian ini berisi kepada siapa surat undangan ditujukan.

  • Yth. Bapak/Ibu/Saudara/i: Sapaan yang sopan dan sesuai.
  • Nama Penerima Undangan: Nama lengkap atau jabatan penerima undangan. Jika undangan ditujukan untuk banyak orang, bisa ditulis “Yth. Anggota Nasyiatul Aisyiyah” atau “Yth. Undangan Terlampir” (dan daftar nama undangan dilampirkan terpisah).
  • Alamat Penerima Undangan: Alamat lengkap penerima undangan. Jika undangan dikirimkan melalui email, bagian alamat ini bisa ditiadakan.

Penulisan tujuan surat yang jelas memastikan undangan sampai kepada orang yang tepat.

5. Salam Pembuka

Salam pembuka adalah sapaan awal surat.

  • Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh: Salam pembuka Islami yang umum digunakan, terutama dalam organisasi Islam seperti Nasyiatul Aisyiyah.
  • Salam Sejahtera (opsional): Bisa ditambahkan setelah salam Islami sebagai bentuk inklusivitas.

Salam pembuka menunjukkan kesopanan dan keramahan dalam berkomunikasi.

6. Isi Surat Undangan (Badan Surat)

Ini adalah bagian inti dari surat undangan, berisi informasi lengkap mengenai kegiatan yang akan dilaksanakan. Isi surat undangan harus mencakup:

  • Kalimat Pembuka: Mengawali isi surat dengan kalimat pembuka yang sopan, misalnya: “Dengan hormat, melalui surat ini kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i…” atau “Pimpinan [Nama Organisasi NA] dengan ini mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i…”.
  • Nama Kegiatan: Nama lengkap kegiatan yang akan dilaksanakan. Sebutkan secara jelas dan menarik.
  • Tujuan Kegiatan: Secara singkat, jelaskan tujuan diadakannya kegiatan tersebut. Apa manfaat atau hasil yang diharapkan dari kegiatan ini?
  • Hari, Tanggal, dan Waktu Pelaksanaan: Informasi waktu pelaksanaan kegiatan harus sangat jelas dan detail. Sebutkan hari, tanggal (lengkap dengan bulan dan tahun), serta jam pelaksanaan kegiatan (mulai dan selesai, jika ada).
  • Tempat Pelaksanaan: Alamat lengkap tempat kegiatan dilaksanakan. Jika tempatnya mudah ditemukan, cukup alamat lengkap saja. Jika agak sulit, bisa ditambahkan patokan atau petunjuk arah.
  • Agenda Kegiatan (Opsional): Jika ada susunan acara atau agenda kegiatan yang ingin disampaikan kepada undangan, bisa dicantumkan secara ringkas. Misalnya, “Agenda Kegiatan: 1. Pembukaan, 2. Sambutan-sambutan, 3. Materi Inti, 4. Diskusi, 5. Penutup.”
  • Pembicara/Narasumber (Opsional): Jika ada pembicara atau narasumber dalam kegiatan, bisa disebutkan nama dan jabatan mereka untuk menarik minat undangan.
  • Pakaian (Dress Code) (Opsional): Jika ada ketentuan pakaian khusus yang diharapkan (misalnya, pakaian batik, pakaian muslim/muslimah, pakaian olahraga), bisa dicantumkan dalam undangan.
  • Informasi Tambahan (Opsional): Informasi lain yang dianggap penting untuk diketahui undangan, misalnya: perlu membawa perlengkapan tertentu, ada biaya pendaftaran (jika ada), informasi pendaftaran/konfirmasi kehadiran (RSVP), kontak person yang bisa dihubungi untuk informasi lebih lanjut, dll.

Isi surat harus ditulis dengan bahasa yang sopan, jelas, ringkas, dan informatif. Hindari penggunaan bahasa yang bertele-tele atau ambigu.

7. Salam Penutup

Salam penutup mengakhiri isi surat undangan.

  • Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh: Salam penutup Islami yang umum digunakan.
  • Atas perhatian dan kehadirannya, kami mengucapkan terima kasih: Kalimat ucapan terima kasih atas perhatian dan partisipasi yang diharapkan dari undangan.
  • Hormat kami: Salam penutup yang menunjukkan rasa hormat dari pengirim undangan.

Salam penutup menandakan akhir dari surat dan kembali menunjukkan kesopanan.

8. Tanda Tangan dan Nama Pengirim

Bagian terakhir dari surat undangan adalah tanda tangan dan nama pengirim.

  • Tempat untuk Tanda Tangan: Ruang kosong untuk tanda tangan pejabat yang berwenang menandatangani surat undangan.
  • Nama Lengkap dan Jabatan: Nama lengkap dan jabatan orang yang menandatangani surat undangan. Biasanya adalah Ketua atau Sekretaris organisasi, atau pejabat lain yang ditunjuk.
  • Stempel/Cap Organisasi: Stempel atau cap resmi organisasi dibubuhkan di samping tanda tangan sebagai pengesahan surat.

Tanda tangan, nama pengirim, dan stempel menunjukkan legalitas dan keabsahan surat undangan tersebut.

Bagian Surat Undangan
Image just for illustration

Contoh-contoh Surat Undangan Nasyiatul Aisyiyah

Nah, biar lebih jelas, berikut ini beberapa contoh surat undangan Nasyiatul Aisyiyah untuk berbagai jenis kegiatan. Contoh ini bisa kamu jadikan referensi atau template, tapi jangan lupa disesuaikan dengan kebutuhan kegiatanmu ya!

Contoh 1: Undangan Pengajian Rutin

[KOP SURAT NASYIATUL AISYIYAH]

Nomor : 001/UND/PRNA/X/2024
Lampiran : -
Perihal : Undangan Pengajian Rutin

Yth.
Seluruh Anggota Nasyiatul Aisyiyah
Ranting [Nama Ranting]

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya.

Dengan hormat, Pimpinan Ranting Nasyiatul Aisyiyah [Nama Ranting] mengundang seluruh anggota untuk hadir dalam kegiatan Pengajian Rutin yang Insya Allah akan dilaksanakan pada:

Hari, Tanggal : Sabtu, 26 Oktober 2024
Waktu : 16.00 - 17.30 WIB
Tempat : Masjid [Nama Masjid], [Alamat Masjid]
Tema Pengajian : “Mempererat Ukhuwah Islamiyah Melalui Kajian Al-Quran”
Pemateri : Ustadzah [Nama Ustadzah]

Besar harapan kami atas kehadiran Ibu/Saudari dalam pengajian rutin ini. Kehadiran Ibu/Saudari akan menambah keberkahan dan mempererat tali silaturahmi antar anggota.

Demikian undangan ini kami sampaikan. Atas perhatian dan kehadirannya, kami mengucapkan jazakumullahu khairan katsira.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Hormat kami,
Pimpinan Ranting Nasyiatul Aisyiyah [Nama Ranting]

[Tempat Tanda Tangan]

[Nama Ketua Ranting]
Ketua

[Stempel/Cap Ranting]

Contoh 2: Undangan Pelatihan Kepemimpinan

[KOP SURAT NASYIATUL AISYIYAH]

Nomor : 002/UND/PDNA/XI/2024
Lampiran : 1 (jadwal acara)
Perihal : Undangan Pelatihan Kepemimpinan Nasyiatul Aisyiyah

Yth.
Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah se-[Nama Daerah]
di Tempat

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Teriring salam dan doa semoga kita senantiasa dalam lindungan Allah SWT.

Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah [Nama Daerah] akan menyelenggarakan Pelatihan Kepemimpinan Nasyiatul Aisyiyah dengan tema: “Membangun Generasi Muda Pemimpin Berkemajuan”. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan anggota NA di tingkat cabang.

Sehubungan dengan hal tersebut, kami mengundang Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah se-[Nama Daerah] untuk mengirimkan 2 (dua) orang perwakilan terbaik untuk mengikuti pelatihan ini, yang akan dilaksanakan pada:

Hari, Tanggal : Jumat - Minggu, 8-10 November 2024
Waktu : 14.00 WIB (Jumat) - 12.00 WIB (Minggu)
Tempat : [Nama Tempat Pelatihan], [Alamat Lengkap]
Agenda : (Terlampir)
Fasilitas : Penginapan, konsumsi, sertifikat, materi pelatihan.
Kontribusi Peserta : Rp. 100.000,- per orang (untuk biaya operasional)
Pendaftaran : Paling lambat tanggal 5 November 2024 melalui [Kontak Person/Link Pendaftaran]

Kami berharap kehadiran perwakilan dari Pimpinan Cabang untuk mengikuti pelatihan ini demi kemajuan Nasyiatul Aisyiyah di daerah kita. Partisipasi aktif dari Bapak/Ibu/Saudara/i sangat kami harapkan.

Demikian undangan ini kami sampaikan. Atas perhatian dan kerjasamanya, kami mengucapkan terima kasih.

Baca Juga: loading

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Hormat kami,
Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah [Nama Daerah]

[Tempat Tanda Tangan]

[Nama Ketua Daerah]
Ketua

[Stempel/Cap Daerah]

Contoh 3: Undangan Bakti Sosial

[KOP SURAT NASYIATUL AISYIYAH]

Nomor : 003/UND/PWNA/XII/2024
Lampiran : -
Perihal : Undangan Partisipasi Bakti Sosial Nasyiatul Aisyiyah

Yth.
Seluruh Anggota dan Simpatisan Nasyiatul Aisyiyah
Wilayah [Nama Wilayah]

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Salam silaturahmi kami sampaikan.

Dalam rangka memperingati Hari Ibu, Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah [Nama Wilayah] akan mengadakan kegiatan Bakti Sosial dengan tema: “NA Berbagi Kasih di Hari Ibu”. Kegiatan ini akan dilaksanakan dalam bentuk pembagian sembako dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat dhuafa.

Untuk menyukseskan kegiatan mulia ini, kami mengundang seluruh anggota dan simpatisan Nasyiatul Aisyiyah Wilayah [Nama Wilayah] untuk berpartisipasi dalam kegiatan bakti sosial ini, baik sebagai relawan maupun donatur.

Kegiatan akan dilaksanakan pada:

Hari, Tanggal : Minggu, 22 Desember 2024
Waktu : 08.00 - 12.00 WIB
Tempat : [Lokasi Bakti Sosial], [Alamat Lengkap]
Bentuk Partisipasi :
* Relawan (pendaftaran melalui [Kontak Person Relawan])
* Donasi (dapat disalurkan melalui Rekening [Nomor Rekening] a.n. [Nama Rekening] dengan keterangan “Donasi Bakti Sosial NA”)
* Sumbangan barang (sembako, pakaian layak pakai, dll. dapat diantar ke [Alamat Pengumpulan Sumbangan])

Mari bersama-sama kita wujudkan kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada sesama melalui kegiatan bakti sosial ini. Setiap partisipasi Bapak/Ibu/Saudara/i sangat berarti.

Demikian undangan ini kami sampaikan. Atas perhatian dan partisipasinya, kami mengucapkan terima kasih.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Hormat kami,
Panitia Bakti Sosial Nasyiatul Aisyiyah
Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah [Nama Wilayah]

[Tempat Tanda Tangan]

[Nama Sekretaris Panitia]
Sekretaris Panitia

[Stempel/Cap Wilayah]

Tips Membuat Surat Undangan Nasyiatul Aisyiyah yang Efektif

Agar surat undangan yang kamu buat bisa efektif dan mencapai tujuan, perhatikan beberapa tips berikut ini:

  1. Gunakan Bahasa yang Sopan dan Santun: Surat undangan adalah bentuk komunikasi resmi, jadi gunakan bahasa yang formal, sopan, dan santun. Hindari bahasa gaul atau bahasa yang terlalu santai, kecuali jika acaranya memang sangat informal dan ditujukan untuk kalangan terbatas.
  2. Informasi Harus Lengkap dan Jelas: Pastikan semua informasi penting tercantum dengan lengkap dan jelas, terutama nama kegiatan, waktu, tempat, dan agenda. Informasi yang tidak jelas atau tidak lengkap bisa membuat penerima undangan bingung atau salah paham. Double check semua detail sebelum surat dikirim.
  3. Desain yang Menarik (Opsional): Untuk acara-acara tertentu yang lebih santai atau kreatif, kamu bisa menambahkan sentuhan desain pada surat undangan. Misalnya, menggunakan warna yang cerah, gambar yang relevan, atau font yang menarik. Tapi, pastikan desainnya tetap profesional dan tidak mengganggu keterbacaan informasi.
  4. Perhatikan Tata Bahasa dan Ejaan: Kesalahan tata bahasa dan ejaan bisa mengurangi kesan profesional surat undangan. Teliti kembali surat undangan sebelum dikirimkan. Mintalah bantuan teman atau rekan untuk membaca ulang dan mengoreksi jika perlu.
  5. Kirim Undangan Tepat Waktu: Kirim surat undangan jauh-jauh hari sebelum acara dilaksanakan, agar penerima undangan punya cukup waktu untuk mempersiapkan diri dan mengkonfirmasi kehadiran. Semakin penting acaranya, semakin awal undangan sebaiknya dikirim.
  6. Gunakan Media yang Tepat: Pertimbangkan media pengiriman undangan yang paling efektif. Untuk undangan resmi dan penting, surat fisik atau email resmi lebih disarankan. Untuk undangan yang lebih informal atau untuk kalangan internal organisasi, bisa menggunakan grup chat atau media sosial, tapi tetap dengan format yang sopan dan jelas.
  7. Sertakan Informasi Kontak yang Jelas: Cantumkan nomor telepon atau email kontak person yang bisa dihubungi jika penerima undangan memiliki pertanyaan atau perlu konfirmasi kehadiran. Pastikan kontak person tersebut responsif dan siap menjawab pertanyaan.
  8. Personalisasi (Jika Memungkinkan): Jika memungkinkan, personalisasi surat undangan. Misalnya, dengan menyebutkan nama penerima undangan secara langsung (tidak hanya “Yth. Bapak/Ibu/Saudara/i”). Personalisasi bisa membuat undangan terasa lebih dihargai.

Tips Membuat Surat Undangan
Image just for illustration

Kesalahan Umum yang Perlu Dihindari dalam Membuat Surat Undangan

Selain tips di atas, ada juga beberapa kesalahan umum yang sering terjadi dalam pembuatan surat undangan dan sebaiknya dihindari:

  1. Typo dan Kesalahan Ejaan: Kesalahan ketik (typo) dan kesalahan ejaan sangat sering terjadi. Ini bisa membuat surat undangan terlihat kurang profesional dan mengurangi kredibilitas organisasi. Selalu periksa ulang sebelum mengirim.
  2. Informasi Tidak Lengkap atau Tidak Jelas: Informasi penting seperti waktu, tempat, dan agenda kegiatan tidak lengkap atau tidak jelas. Akibatnya, penerima undangan bingung atau salah paham.
  3. Bahasa yang Bertele-tele atau Ambigu: Menggunakan bahasa yang terlalu panjang, berputar-putar, atau ambigu membuat surat undangan sulit dipahami. Gunakan bahasa yang ringkas, padat, dan langsung ke inti.
  4. Desain yang Terlalu Ramai atau Tidak Profesional: Desain undangan yang terlalu ramai, warna yang tidak serasi, atau font yang sulit dibaca justru bisa merusak kesan undangan. Pilih desain yang sederhana, bersih, dan profesional.
  5. Mengirim Undangan Terlalu Mendekati Hari Acara: Mengirim undangan terlalu dekat dengan hari pelaksanaan acara membuat penerima undangan tidak punya cukup waktu untuk mempersiapkan diri atau mengkonfirmasi kehadiran. Akibatnya, banyak yang tidak bisa hadir atau acara jadi kurang sukses.
  6. Tidak Menyertakan Kontak Person: Tidak mencantumkan kontak person yang bisa dihubungi jika ada pertanyaan. Penerima undangan jadi kesulitan jika ingin bertanya atau mengkonfirmasi kehadiran.
  7. Format Surat yang Berantakan: Format surat yang tidak rapi, tata letak yang tidak teratur, membuat surat undangan terlihat kurang profesional dan sulit dibaca. Perhatikan format surat dan tata letaknya agar rapi dan enak dipandang.

Dengan menghindari kesalahan-kesalahan ini, surat undangan Nasyiatul Aisyiyah yang kamu buat akan menjadi lebih efektif dan profesional.

Manfaat Menggunakan Template Surat Undangan

Jika kamu sering membuat surat undangan untuk kegiatan Nasyiatul Aisyiyah, menggunakan template surat undangan bisa sangat membantu. Berikut beberapa manfaatnya:

  1. Hemat Waktu dan Tenaga: Dengan template, kamu tidak perlu membuat surat undangan dari awal setiap kali ada acara. Kamu tinggal mengganti informasi penting seperti nama kegiatan, waktu, tempat, dan lain-lain. Ini tentu sangat menghemat waktu dan tenaga.
  2. Konsistensi Format: Template membantu menjaga konsistensi format surat undangan. Semua surat undangan dari organisasi akan memiliki format yang seragam, mulai dari kop surat, tata letak, hingga gaya bahasa. Ini menciptakan kesan profesional dan terorganisir.
  3. Memudahkan Pembuatan Surat: Template memudahkan proses pembuatan surat undangan, terutama bagi anggota yang mungkin belum terlalu mahir dalam membuat surat resmi. Template memberikan panduan dan struktur yang jelas.
  4. Meminimalisir Kesalahan: Dengan template, risiko kesalahan seperti typo, kesalahan format, atau informasi yang tidak lengkap bisa diminimalisir. Template yang baik sudah memiliki format dan struktur yang benar.
  5. Meningkatkan Efisiensi Kerja: Penggunaan template secara keseluruhan meningkatkan efisiensi kerja dalam pembuatan surat undangan. Prosesnya menjadi lebih cepat, mudah, dan terstandarisasi.

Kamu bisa membuat template surat undangan sendiri atau mencari template yang sudah tersedia secara online. Sesuaikan template dengan kebutuhan dan gaya organisasi Nasyiatul Aisyiyah kamu.

Template Surat Undangan
Image just for illustration

Yuk, Sebarkan Informasi Kegiatan NA dengan Surat Undangan yang Keren!

Surat undangan adalah alat komunikasi penting untuk Nasyiatul Aisyiyah. Dengan membuat surat undangan yang baik, informatif, dan profesional, kamu bisa meningkatkan partisipasi anggota dan pihak terkait dalam setiap kegiatan yang diselenggarakan. Jangan lupa untuk selalu memperhatikan bagian-bagian penting surat undangan, tips pembuatannya, dan hindari kesalahan-kesalahan umum. Semoga panduan dan contoh-contoh surat undangan di atas bermanfaat ya!

Sekarang giliran kamu! Punya pengalaman menarik dalam membuat surat undangan untuk kegiatan Nasyiatul Aisyiyah? Atau punya tips tambahan yang ingin dibagikan? Yuk, tulis di kolom komentar di bawah ini! Kita diskusi dan saling belajar bareng!

Posting Komentar