Mau Bibit Ikan Gratis? Panduan Lengkap Contoh Surat Permohonan yang Jitu

Table of Contents

Memulai budidaya ikan adalah langkah yang menarik dan menjanjikan, baik untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga maupun sebagai sumber pendapatan. Salah satu langkah awal yang krusial adalah mendapatkan bibit ikan yang berkualitas. Jika Anda berencana mendapatkan bibit ikan dari instansi pemerintah atau lembaga terkait, surat permohonan bibit ikan adalah dokumen penting yang perlu Anda siapkan. Artikel ini akan membahas secara lengkap mengenai contoh surat permohonan bibit ikan, mulai dari mengapa surat ini penting, siapa saja yang bisa mengajukan, hingga tips membuatnya efektif.

Mengapa Surat Permohonan Bibit Ikan Penting?

Surat permohonan bibit ikan bukan hanya sekadar formalitas, tetapi memiliki beberapa fungsi penting. Pertama, surat ini menjadi bukti tertulis atas pengajuan permohonan Anda. Dengan adanya surat, permohonan Anda akan tercatat secara resmi dan memiliki dasar yang jelas. Kedua, surat permohonan yang baik dan informatif akan memudahkan pihak penyedia bibit untuk memahami kebutuhan Anda. Informasi yang lengkap dalam surat akan membantu mereka mempertimbangkan dan memproses permohonan Anda dengan lebih efisien. Ketiga, surat permohonan yang disusun dengan baik menunjukkan keseriusan dan profesionalitas Anda sebagai pemohon. Hal ini bisa menjadi nilai tambah dalam penilaian permohonan Anda.

Mengapa Surat Permohonan Bibit Ikan Penting
Image just for illustration

Siapa Saja yang Bisa Mengajukan Permohonan Bibit Ikan?

Permohonan bibit ikan umumnya dapat diajukan oleh berbagai pihak, tergantung pada kebijakan instansi atau lembaga penyedia bibit. Beberapa pihak yang biasanya berhak mengajukan permohonan antara lain:

Kelompok Pembudidaya Ikan

Kelompok pembudidaya ikan, baik yang sudah terdaftar maupun kelompok baru, seringkali menjadi target utama program bantuan bibit ikan pemerintah. Pemerintah seringkali memiliki program untuk mendorong pertumbuhan sektor perikanan budidaya melalui bantuan bibit. Kelompok pembudidaya ikan dapat mengajukan permohonan secara kolektif, yang biasanya lebih diprioritaskan karena dianggap memiliki dampak yang lebih besar. Permohonan kelompok biasanya mencantumkan data anggota kelompok, rencana budidaya kelompok, dan kebutuhan bibit secara keseluruhan.

Perorangan/Individu

Individu yang ingin memulai atau mengembangkan usaha budidaya ikan skala kecil juga berhak mengajukan permohonan. Meskipun mungkin skala permohonannya lebih kecil dibandingkan kelompok, permohonan individu tetap memiliki peluang untuk dikabulkan, terutama jika sesuai dengan program dan ketersediaan bibit dari instansi terkait. Permohonan individu biasanya menekankan pada rencana budidaya pribadi, skala usaha yang akan dijalankan, dan kontribusi terhadap peningkatan ekonomi keluarga.

Instansi Pendidikan dan Penelitian

Sekolah, universitas, atau lembaga penelitian yang memiliki program studi atau penelitian terkait perikanan juga dapat mengajukan permohonan bibit ikan. Bibit ikan dapat digunakan untuk kegiatan praktik mahasiswa, penelitian ilmiah, atau pengembangan teknologi budidaya ikan. Permohonan dari instansi pendidikan dan penelitian biasanya lebih menekankan pada tujuan pendidikan atau penelitian, jenis penelitian yang akan dilakukan, dan manfaat yang diharapkan dari penggunaan bibit ikan tersebut.

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) atau Organisasi Nirlaba

LSM atau organisasi nirlaba yang bergerak di bidang perikanan atau pemberdayaan masyarakat juga dapat mengajukan permohonan bibit ikan. Biasanya, permohonan ini ditujukan untuk program-program pengabdian masyarakat, pelatihan budidaya ikan bagi kelompok masyarakat rentan, atau program pelestarian lingkungan perairan. Permohonan dari LSM atau organisasi nirlaba biasanya menyoroti dampak sosial dari program yang akan dijalankan, target penerima manfaat, dan rencana monitoring serta evaluasi program.

Siapa Saja yang Bisa Mengajukan Permohonan Bibit Ikan
Image just for illustration

Kemana Sebaiknya Mengajukan Surat Permohonan Bibit Ikan?

Tujuan pengajuan surat permohonan bibit ikan sangat penting untuk diperhatikan. Terdapat beberapa instansi atau lembaga yang umumnya menjadi tujuan pengajuan permohonan bibit ikan, antara lain:

Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP)

Dinas Perikanan dan Kelautan di tingkat kabupaten/kota atau provinsi adalah instansi pemerintah yang paling relevan untuk mengajukan permohonan bibit ikan. DKP memiliki program-program bantuan bibit ikan yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya. Program ini bertujuan untuk meningkatkan produksi perikanan budidaya di daerah, memberdayakan pembudidaya ikan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Pengajuan ke DKP biasanya melalui prosedur yang telah ditetapkan, termasuk persyaratan dokumen dan jadwal pengajuan.

Balai Benih Ikan (BBI)

Balai Benih Ikan (BBI) adalah unit pelaksana teknis (UPT) pemerintah yang khusus bergerak di bidang produksi dan penyediaan bibit ikan berkualitas. BBI biasanya memiliki berbagai jenis bibit ikan unggul yang siap didistribusikan kepada masyarakat. Mengajukan permohonan langsung ke BBI dapat menjadi alternatif yang baik, terutama jika Anda membutuhkan jenis bibit ikan tertentu atau bibit ikan unggul yang sulit didapatkan di tempat lain. Prosedur pengajuan ke BBI biasanya lebih teknis dan fokus pada aspek kualitas bibit yang diinginkan.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)

Untuk program-program skala besar atau program nasional, permohonan bibit ikan juga bisa diajukan langsung ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di tingkat pusat. KKP memiliki berbagai direktorat jenderal yang menangani berbagai aspek perikanan, termasuk budidaya dan perbenihan. Pengajuan ke KKP biasanya lebih kompleks dan memerlukan proposal yang lebih detail, terutama jika permohonan terkait dengan program pengembangan perikanan yang luas.

Instansi atau Lembaga Lain yang Relevan

Selain instansi pemerintah, terkadang terdapat lembaga atau organisasi lain yang juga menyediakan bantuan bibit ikan, seperti perusahaan swasta, BUMN, atau lembaga filantropi. Beberapa perusahaan perikanan besar memiliki program Corporate Social Responsibility (CSR) yang salah satunya berupa bantuan bibit ikan kepada masyarakat sekitar. BUMN yang bergerak di bidang perikanan atau pertanian juga terkadang memiliki program serupa. Lembaga filantropi atau yayasan yang fokus pada pemberdayaan masyarakat atau lingkungan juga mungkin memiliki program bantuan bibit ikan. Penting untuk mencari informasi dan peluang dari berbagai sumber untuk meningkatkan peluang mendapatkan bantuan bibit ikan.

Kemana Sebaiknya Mengajukan Surat Permohonan Bibit Ikan
Image just for illustration

Informasi Penting yang Harus Dicantumkan dalam Surat Permohonan

Agar surat permohonan bibit ikan Anda efektif dan memiliki peluang besar untuk dikabulkan, pastikan surat tersebut memuat informasi yang lengkap dan jelas. Berikut adalah beberapa informasi penting yang sebaiknya dicantumkan:

Data Pemohon yang Lengkap

Informasi dasar mengenai pemohon harus dicantumkan secara lengkap dan akurat. Ini meliputi:

  • Nama lengkap pemohon (individu atau ketua kelompok jika permohonan kelompok)
  • Alamat lengkap tempat tinggal atau alamat kelompok
  • Nomor telepon atau kontak yang aktif dan mudah dihubungi
  • Alamat email (jika ada)
  • Identitas diri (Nomor KTP atau identitas kelompok jika ada)

Data pemohon yang lengkap memudahkan pihak penyedia bibit untuk melakukan verifikasi dan menghubungi pemohon jika diperlukan informasi tambahan.

Tujuan Permohonan yang Jelas

Sebutkan dengan jelas tujuan Anda mengajukan permohonan bibit ikan. Apakah untuk:

  • Budidaya ikan konsumsi (untuk dijual atau memenuhi kebutuhan pangan)
  • Budidaya ikan hias
  • Kegiatan penelitian atau pendidikan
  • Program pelestarian lingkungan
  • Pengembangan usaha budidaya ikan

Tujuan permohonan yang spesifik akan membantu pihak penyedia bibit memahami konteks dan urgensi permohonan Anda.

Jenis dan Jumlah Bibit Ikan yang Dibutuhkan

Sebutkan secara spesifik jenis ikan yang Anda inginkan beserta jumlah bibit yang dibutuhkan. Misalnya:

  • Jenis ikan: Ikan lele, ikan nila, ikan patin, ikan mas, dll.
  • Ukuran bibit: Ukuran bibit yang diinginkan (misalnya ukuran 5-7 cm, ukuran 8-10 cm, dll.)
  • Jumlah bibit: Jumlah bibit yang dibutuhkan (misalnya 1000 ekor, 5000 ekor, dll.)

Jika Anda memiliki preferensi jenis kelamin bibit (misalnya bibit ikan nila merah jantan), sebaiknya juga dicantumkan. Jumlah bibit yang diajukan sebaiknya disesuaikan dengan kapasitas kolam atau lahan budidaya yang Anda miliki.

Deskripsi Singkat Lokasi dan Kondisi Lahan/Kolam Budidaya

Berikan deskripsi singkat mengenai lokasi dan kondisi lahan atau kolam budidaya yang akan digunakan. Informasi ini penting untuk memastikan bibit ikan yang diberikan sesuai dengan kondisi lingkungan budidaya. Informasi yang perlu dicantumkan antara lain:

  • Luas lahan/kolam budidaya
  • Jenis kolam: Kolam tanah, kolam terpal, kolam beton, keramba jaring apung (KJA), dll.
  • Sumber air: Sumber air yang digunakan (air sungai, air sumur, air PDAM, dll.)
  • Kualitas air (jika diketahui, misalnya pH air, suhu air)
  • Infrastruktur pendukung yang tersedia (misalnya aerator, pompa air, sistem drainase)

Deskripsi lahan/kolam yang jelas akan membantu pihak penyedia bibit menilai kelayakan lokasi budidaya Anda.

Waktu Pelaksanaan Budidaya yang Direncanakan

Sebutkan perkiraan waktu pelaksanaan budidaya ikan yang Anda rencanakan. Informasi ini membantu pihak penyedia bibit dalam perencanaan distribusi bibit dan memastikan bibit diberikan pada waktu yang tepat. Waktu pelaksanaan bisa berupa perkiraan bulan atau tanggal dimulainya penebaran bibit ke kolam.

Lampiran Dokumen Pendukung (Jika Ada)

Beberapa instansi atau lembaga mungkin mensyaratkan dokumen pendukung sebagai lampiran surat permohonan. Dokumen pendukung yang umum dilampirkan antara lain:

  • Fotokopi KTP pemohon
  • Fotokopi Kartu Keluarga (KK)
  • Surat keterangan domisili (jika alamat berbeda dengan KTP)
  • Proposal rencana budidaya ikan (terutama untuk permohonan kelompok atau skala besar)
  • Foto atau denah lokasi kolam/lahan budidaya
  • Surat keterangan terdaftar sebagai kelompok pembudidaya ikan (jika permohonan kelompok)
  • Rekomendasi dari dinas perikanan setempat (jika ada)

Lampiran dokumen pendukung akan memperkuat permohonan Anda dan memberikan informasi tambahan yang relevan.

Informasi Penting yang Harus Dicantumkan dalam Surat Permohonan
Image just for illustration

Format dan Struktur Surat Permohonan Bibit Ikan yang Baik

Surat permohonan bibit ikan sebaiknya disusun dengan format dan struktur yang baik dan formal. Berikut adalah struktur umum surat permohonan yang dapat Anda ikuti:

Kepala Surat (Kop Surat)

Jika Anda mengajukan permohonan atas nama kelompok atau instansi, gunakan kop surat resmi kelompok atau instansi tersebut. Kop surat biasanya berisi:

  • Nama kelompok/instansi
  • Alamat lengkap
  • Nomor telepon
  • Alamat email (jika ada)
  • Logo kelompok/instansi (jika ada)

Jika Anda mengajukan permohonan sebagai individu, Anda tidak perlu menggunakan kop surat. Cukup cantumkan nama dan alamat Anda di bagian atas surat.

Tanggal Pembuatan Surat

Cantumkan tanggal pembuatan surat di bagian kanan atas atau kiri atas surat, di bawah kop surat atau nama dan alamat pemohon. Format tanggal yang umum digunakan adalah tanggal-bulan-tahun (misalnya: 26 Oktober 2023).

Nomor Surat (Jika Ada)

Jika surat permohonan Anda memiliki nomor surat (misalnya nomor surat keluar dari kelompok atau instansi), cantumkan nomor surat di bawah tanggal surat. Nomor surat memudahkan dalam pengarsipan dan pelacakan surat.

Perihal Surat

Tuliskan perihal surat secara singkat dan jelas. Contoh perihal surat: “Permohonan Bantuan Bibit Ikan” atau “Permohonan Bibit Ikan [Jenis Ikan]”.

Tujuan Surat (Yth.)

Tuliskan kepada siapa surat permohonan ditujukan. Tuliskan dengan lengkap dan benar nama jabatan dan instansi tujuan. Contoh:

  • Yth. Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten/Kota [Nama Kabupaten/Kota]
  • Yth. Kepala Balai Benih Ikan [Nama BBI]
  • Yth. Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan

Pastikan nama jabatan dan instansi tujuan ditulis dengan benar untuk menunjukkan kesantunan dan profesionalitas.

Salam Pembuka

Gunakan salam pembuka yang formal dan sopan. Contoh salam pembuka: “Dengan hormat,”.

Isi Surat

Bagian isi surat merupakan inti dari surat permohonan Anda. Isi surat sebaiknya disusun secara sistematis dan informatif. Secara umum, isi surat terdiri dari:

  • Paragraf Pembuka: Awali dengan memperkenalkan diri atau kelompok Anda secara singkat. Sebutkan maksud dan tujuan Anda menulis surat, yaitu untuk mengajukan permohonan bibit ikan.
  • Paragraf Isi: Uraikan informasi penting mengenai permohonan Anda secara detail. Informasi yang perlu dicantumkan meliputi:
    • Identitas pemohon (nama, alamat, kontak)
    • Tujuan permohonan bibit ikan
    • Jenis dan jumlah bibit ikan yang dibutuhkan
    • Deskripsi lokasi dan kondisi lahan/kolam budidaya
    • Waktu pelaksanaan budidaya yang direncanakan
    • Manfaat yang diharapkan dari bantuan bibit ikan (misalnya peningkatan produksi, peningkatan pendapatan, pengembangan usaha, dll.)
  • Paragraf Penutup: Sampaikan harapan Anda agar permohonan dapat dikabulkan. Ungkapkan ucapan terima kasih atas perhatian dan pertimbangan pihak penyedia bibit.

Salam Penutup

Gunakan salam penutup yang formal dan sopan. Contoh salam penutup: “Hormat kami,” atau “Atas perhatian dan perkenan Bapak/Ibu, kami mengucapkan terima kasih.”.

Tanda Tangan dan Nama Jelas

Di bagian akhir surat, cantumkan:

  • Salam penutup (jika belum dicantumkan di paragraf penutup)
  • Tanda tangan pemohon (atau ketua kelompok jika permohonan kelompok)
  • Nama jelas pemohon (atau ketua kelompok)
  • Stempel/Cap kelompok/instansi (jika ada dan diperlukan)

Pastikan tanda tangan dan nama jelas terlihat dengan baik. Jika menggunakan stempel/cap, pastikan stempel/cap mengenai tanda tangan atau nama jelas.

Format dan Struktur Surat Permohonan Bibit Ikan yang Baik
Image just for illustration

Tips Membuat Surat Permohonan Bibit Ikan yang Efektif

Selain format dan struktur yang baik, ada beberapa tips yang dapat Anda terapkan agar surat permohonan bibit ikan Anda lebih efektif dan memiliki peluang lebih besar untuk dikabulkan:

Gunakan Bahasa yang Formal dan Sopan

Gunakan bahasa Indonesia yang baku, formal, dan sopan. Hindari penggunaan bahasa informal atau bahasa sehari-hari. Perhatikan pemilihan kata dan tata bahasa agar surat terkesan profesional dan menghormati pihak penerima surat.

Sampaikan Informasi dengan Jelas dan Ringkas

Sampaikan informasi dalam surat secara jelas, ringkas, dan padat. Hindari penggunaan kalimat yang bertele-tele atau ambigu. Fokus pada informasi yang relevan dan penting untuk permohonan bibit ikan.

Tonjolkan Manfaat dan Dampak Positif

Dalam isi surat, tonjolkan manfaat dan dampak positif yang akan dihasilkan jika permohonan bibit ikan Anda dikabulkan. Misalnya, sebutkan potensi peningkatan produksi ikan, peningkatan pendapatan, penciptaan lapangan kerja, atau kontribusi terhadap program pemerintah. Menunjukkan manfaat dan dampak positif akan memperkuat alasan mengapa permohonan Anda layak untuk dikabulkan.

Perhatikan Kebersihan dan Kerapian Surat

Surat permohonan sebaiknya diketik rapi dengan font yang mudah dibaca dan ukuran yang proporsional. Hindari coretan atau tip-ex. Pastikan surat tercetak dengan jelas dan bersih. Surat yang rapi dan bersih mencerminkan keseriusan dan perhatian Anda terhadap detail.

Ajukan Permohonan Jauh-Jauh Hari

Ajukan surat permohonan bibit ikan jauh-jauh hari sebelum waktu pelaksanaan budidaya yang Anda rencanakan. Hal ini memberikan waktu yang cukup bagi pihak penyedia bibit untuk memproses permohonan Anda dan mempersiapkan bibit yang dibutuhkan. Pengajuan yang terlalu mendadak mungkin akan sulit dipenuhi karena keterbatasan stok bibit atau jadwal distribusi yang sudah padat.

Lakukan Follow-up

Setelah mengajukan surat permohonan, jangan ragu untuk melakukan follow-up atau menindaklanjuti permohonan Anda. Anda bisa menghubungi instansi atau lembaga tujuan melalui telepon atau datang langsung untuk menanyakan perkembangan permohonan Anda. Follow-up menunjukkan antusiasme dan keseriusan Anda, serta membuka peluang untuk mendapatkan informasi lebih lanjut atau memberikan klarifikasi jika diperlukan.

Tips Membuat Surat Permohonan Bibit Ikan yang Efektif
Image just for illustration

Contoh Template Surat Permohonan Bibit Ikan

Berikut adalah contoh template surat permohonan bibit ikan yang dapat Anda gunakan sebagai referensi:

[KOP SURAT KELOMPOK/INSTANSI (JIKA ADA)]

[Nama Kelompok/Instansi]
[Alamat Lengkap]
[Nomor Telepon]
[Alamat Email (Jika Ada)]

[Tanggal Pembuatan Surat]
Nomor: [Nomor Surat (Jika Ada)]
Perihal: Permohonan Bantuan Bibit Ikan [Jenis Ikan]

Yth. [Jabatan Kepala Instansi Tujuan]
[Nama Instansi Tujuan]
[Alamat Instansi Tujuan]

Dengan hormat,

Melalui surat ini, kami yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama Pemohon : [Nama Lengkap Pemohon/Ketua Kelompok]
Jabatan (Jika Kelompok) : [Jabatan dalam Kelompok]
Alamat Lengkap : [Alamat Lengkap Pemohon/Kelompok]
Nomor Telepon : [Nomor Telepon Aktif]
Email (Jika Ada) : [Alamat Email (Jika Ada)]

Dengan ini mengajukan permohonan bantuan bibit ikan [Jenis Ikan yang Dimohon] sebanyak [Jumlah Bibit yang Dimohon] ekor/bibit dengan ukuran [Ukuran Bibit yang Dimohon] cm.

Adapun tujuan permohonan bibit ikan ini adalah untuk [Sebutkan Tujuan Permohonan dengan Jelas, Misal: Budidaya Ikan Konsumsi, Pengembangan Usaha, dll.] yang akan dilaksanakan di [Lokasi Lahan/Kolam Budidaya] dengan luas lahan/kolam [Luas Lahan/Kolam] m2 dan jenis kolam [Jenis Kolam, Misal: Kolam Tanah, Kolam Terpal, dll.]. Rencana pelaksanaan penebaran bibit akan kami lakukan pada bulan [Bulan dan Tahun Rencana Penebaran Bibit].

Sebagai informasi tambahan, kami telah memiliki [Sebutkan Pengalaman atau Persiapan yang Dimiliki, Misal: Pengalaman Budidaya Ikan, Pelatihan Budidaya Ikan yang Pernah Diikuti, dll.] dan [Sebutkan Infrastruktur Pendukung yang Dimiliki, Misal: Kolam yang Siap Pakai, Sumber Air yang Memadai, dll.].

Sebagai bahan pertimbangan, bersama surat ini kami lampirkan:
1. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) Pemohon
2. Fotokopi Kartu Keluarga (KK)
3. [Lampiran Lainnya yang Relevan, Sebutkan Satu per Satu]

Besar harapan kami agar permohonan bantuan bibit ikan ini dapat dikabulkan. Atas perhatian dan pertimbangan Bapak/Ibu, kami mengucapkan terima kasih.

Hormat kami,

[Tanda Tangan]

[Nama Jelas Pemohon/Ketua Kelompok]

[Stempel/Cap Kelompok/Instansi (Jika Ada)]

Catatan: Template di atas dapat Anda modifikasi dan sesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi Anda. Pastikan semua informasi yang relevan tercantum dengan lengkap dan jelas.

Fakta Menarik Seputar Bibit Ikan dan Budidaya Ikan di Indonesia

Indonesia memiliki potensi perikanan budidaya yang sangat besar. Berikut beberapa fakta menarik terkait bibit ikan dan budidaya ikan di Indonesia:

  • Indonesia adalah salah satu produsen perikanan budidaya terbesar di dunia. Komoditas unggulan budidaya Indonesia antara lain ikan nila, ikan lele, ikan patin, udang, dan rumput laut.
  • Budidaya ikan air tawar sangat populer di Indonesia. Jenis ikan air tawar seperti nila dan lele sangat mudah dibudidayakan dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi.
  • Pemerintah Indonesia terus mendorong pengembangan sektor perikanan budidaya. Berbagai program bantuan dan dukungan diberikan kepada pembudidaya ikan, termasuk bantuan bibit, pelatihan, dan akses permodalan.
  • Kualitas bibit ikan sangat menentukan keberhasilan budidaya. Bibit ikan yang berkualitas unggul, sehat, dan bebas penyakit akan menghasilkan pertumbuhan yang optimal dan produktivitas yang tinggi.
  • Inovasi teknologi budidaya ikan terus berkembang. Berbagai teknologi baru seperti sistem bioflok, sistem resirkulasi akuakultur (RAS), dan teknologi intensifikasi budidaya terus dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas budidaya ikan.

Fakta Menarik Seputar Bibit Ikan dan Budidaya Ikan di Indonesia
Image just for illustration

Kesimpulan

Membuat surat permohonan bibit ikan yang baik dan efektif adalah langkah penting untuk mendapatkan bantuan bibit ikan dari instansi atau lembaga terkait. Dengan memahami format, struktur, informasi penting yang perlu dicantumkan, dan tips-tips yang telah dibahas, diharapkan Anda dapat menyusun surat permohonan yang berkualitas dan memiliki peluang besar untuk dikabulkan. Jangan ragu untuk mencari informasi lebih lanjut dan memanfaatkan berbagai sumber daya yang tersedia untuk mendukung usaha budidaya ikan Anda. Semoga sukses!

Bagaimana pengalaman Anda mengajukan permohonan bibit ikan? Atau mungkin ada tips tambahan yang ingin Anda bagikan? Yuk, tuliskan komentar Anda di bawah ini!

Posting Komentar