Mau Bikin Surat Resmi Arab? Contoh & Artinya yang Gampang Dipahami!

Table of Contents

Surat resmi adalah bentuk komunikasi tertulis yang penting dalam berbagai urusan, termasuk di dunia Arab. Memahami cara membuat surat resmi dalam bahasa Arab, lengkap dengan artinya, akan sangat berguna, baik untuk keperluan bisnis, pendidikan, maupun urusan pribadi yang melibatkan pihak berbahasa Arab. Yuk, kita bahas lebih dalam!

Apa Itu Surat Resmi Bahasa Arab?

Surat resmi bahasa Arab, atau dalam bahasa Arab disebut الرِّسَالَةُ الرَّسْمِيَّةُ (ar-risālatu ar-rasmiyyah), adalah surat yang digunakan untuk tujuan formal dan disampaikan kepada instansi, organisasi, atau individu dalam kapasitas resmi. Sama seperti surat resmi dalam bahasa Indonesia atau bahasa lainnya, surat resmi bahasa Arab memiliki struktur dan aturan penulisan tertentu yang perlu diikuti agar pesan yang disampaikan jelas, sopan, dan efektif. Penggunaan bahasa yang baku dan formal sangat ditekankan dalam surat resmi, berbeda dengan surat pribadi atau percakapan sehari-hari.

Apa Itu Surat Resmi Bahasa Arab
Image just for illustration

Mengapa Penting Mempelajari Surat Resmi Bahasa Arab?

Mempelajari cara membuat surat resmi bahasa Arab memiliki banyak manfaat, di antaranya:

  • Komunikasi Profesional: Dalam dunia bisnis dan organisasi yang memiliki hubungan dengan negara-negara Arab atau individu berbahasa Arab, kemampuan menulis surat resmi adalah keterampilan penting. Ini memungkinkan Anda untuk berkomunikasi secara profesional dan efektif dalam urusan bisnis, kerjasama, atau permintaan informasi.
  • Urusan Pendidikan dan Akademis: Jika Anda berencana untuk belajar atau bekerja di negara Arab, atau berhubungan dengan institusi pendidikan di sana, kemampuan menulis surat resmi dalam bahasa Arab akan sangat diperlukan. Misalnya, untuk mengajukan beasiswa, meminta surat rekomendasi, atau berkomunikasi dengan pihak kampus.
  • Urusan Keimigrasian dan Pemerintahan: Mengurus dokumen keimigrasian atau berurusan dengan instansi pemerintahan di negara Arab seringkali membutuhkan surat resmi berbahasa Arab. Memahami format dan bahasa yang tepat akan memperlancar urusan Anda.
  • Menjaga Kesopanan dan Etika: Dalam budaya Arab, kesopanan dan penggunaan bahasa yang formal sangat dihargai, terutama dalam komunikasi tertulis. Menulis surat resmi dengan benar menunjukkan penghargaan dan rasa hormat kepada penerima.
  • Memperluas Jaringan dan Peluang: Kemampuan berbahasa Arab, termasuk menulis surat resmi, membuka pintu untuk berbagai peluang baru, baik dalam karir, bisnis, maupun hubungan personal.

Struktur Surat Resmi Bahasa Arab

Secara umum, struktur surat resmi bahasa Arab tidak jauh berbeda dengan surat resmi dalam bahasa lain. Berikut adalah komponen-komponen penting dalam surat resmi bahasa Arab:

  1. Kop Surat (رَأْسُ ٱلْمُرَاسَلَةِ - Ra’su al-Murāsalati): Bagian paling atas surat yang berisi informasi tentang pengirim surat. Kop surat biasanya mencantumkan:

    • Nama Instansi/Organisasi (اِسْمُ ٱلْمُؤَسَّسَةِ - Ismu al-Mu’assasati) atau Nama Pengirim (اِسْمُ ٱلْمُرْسِلِ - Ismu al-Mursili): Nama lengkap instansi atau nama lengkap pengirim jika surat dikirim atas nama pribadi.
    • Alamat Lengkap (عُنْوَانٌ كَامِلٌ - ‘Unwānun Kāmilun): Alamat lengkap instansi atau alamat lengkap pengirim.
    • Nomor Telepon (رَقْمُ ٱلْهَاتِفِ - Raqmu al-Hātifi): Nomor telepon instansi atau nomor telepon pengirim.
    • Alamat Email (بَرِيدٌ إِلِكْتُرُونِيٌّ - Barīdun Iliktrūniyyun): Alamat email instansi atau alamat email pengirim.
    • Logo Instansi (شِعَارُ ٱلْمُؤَسَّسَةِ - Shi’āru al-Mu’assasati) (Opsional): Logo instansi jika ada, biasanya diletakkan di bagian paling atas kop surat.
  2. Tanggal Surat (تَارِيخُ ٱلرِّسَالَةِ - Tārīkhu ar-Risālati): Tanggal penulisan surat. Format tanggal dalam bahasa Arab biasanya ditulis dalam format Hijriyah (Islam) atau Masehi, atau keduanya. Contoh:

    • Format Hijriyah: ٢٥ رَبِيع ٱلْأَوَّل ١٤٤٥ هـ (25 Rabi’ul Awwal 1445 Hijriyah)
    • Format Masehi: ٢٥ دِيْسِمْبِر ٢٠٢٣ م (25 Desember 2023 Masehi) atau ٢٥/١٢/٢٠٢٣ م (25/12/2023 Masehi)
  3. Nomor Surat (رَقْمُ ٱلرِّسَالَةِ - Raqmu ar-Risālati): Nomor urut surat keluar dari instansi pengirim. Nomor surat ini penting untuk keperluan administrasi dan pengarsipan.

  4. Perihal/Subjek Surat (اَلْمَوْضُوعُ - Al-Mawḍū‘u): Judul singkat yang meringkas isi surat. Perihal surat membantu penerima untuk memahami inti dari surat dengan cepat.

  5. Alamat Penerima (عُنْوَانُ ٱلْمُرْسَلِ إِلَيْهِ - ‘Unwānu al-Mursali Ilayhi): Informasi tentang penerima surat. Biasanya mencantumkan:

    • Nama Penerima (اِسْمُ ٱلْمُرْسَلِ إِلَيْهِ - Ismu al-Mursali Ilayhi): Nama lengkap penerima surat (individu atau instansi).
    • Jabatan Penerima (مَنْصِبُ ٱلْمُرْسَلِ إِلَيْهِ - Manṣibu al-Mursali Ilayhi) (Opsional): Jabatan penerima jika relevan.
    • Alamat Lengkap Penerima (عُنْوَانٌ كَامِلٌ لِلْمُرْسَلِ إِلَيْهِ - ‘Unwānun Kāmilun lil-Mursali Ilayhi): Alamat lengkap penerima surat.
  6. Salam Pembuka (تَحِيَّةُ ٱلِٱفْتِتَاحِ - Taḥiyyatu al-Iftitāḥi): Ucapan salam pembuka yang sopan. Beberapa contoh salam pembuka yang umum digunakan:

    • السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ (As-Salāmu ‘alaykum wa Raḥmatullāhi wa Barakātuh): Salam Islami yang berarti “Semoga keselamatan, rahmat Allah, dan berkah-Nya tercurah kepada Anda.” Ini adalah salam yang sangat umum dan sopan.
    • حَضْرَةُ ٱلْمُكَرَّمَةُ (Ḥaḍratu al-Mukarramah) / حَضْرَةُ ٱلْمُحْتَرَمَةُ (Ḥaḍratu al-Muḥtaramah): “Yang Terhormat” (untuk perempuan).
    • حَضْرَةُ ٱلْمُكَرَّمُ (Ḥaḍratu al-Mukarramu) / حَضْرَةُ ٱلْمُحْتَرَمُ (Ḥaḍratu al-Muḥtaramu): “Yang Terhormat” (untuk laki-laki).
    • إِلَىٰ سَيِّدِي / إِلَىٰ سَيِّدَتِي (Ilā Sayyidī / Ilā Sayyidatī): “Kepada Tuan/Nyonya” (lebih formal).
  7. Isi Surat (مَتْنُ ٱلرِّسَالَةِ - Matnu ar-Risālati): Bagian inti surat yang berisi pesan yang ingin disampaikan. Isi surat harus ditulis dengan jelas, ringkas, dan sopan. Gunakan bahasa Arab formal dan hindari bahasa slang atau informal. Isi surat biasanya dibagi menjadi beberapa paragraf jika perlu, tergantung kompleksitas pesan.

  8. Salam Penutup (تَحِيَّةُ ٱلْخِتَامِ - Taḥiyyatu al-Khitāmi): Ucapan salam penutup yang sopan. Beberapa contoh salam penutup yang umum digunakan:

    • وَتَفَضَّلُوا بِقَبُولِ فَائِقِ ٱلِٱحْتِرَامِ (Wa Tafadḍalū bi Qabūli Fā’iqi al-Iḥtirāmi): “Hormat kami,” atau “Terimalah salam hormat kami yang setinggi-tingginya.” Ini adalah salam penutup yang sangat formal.
    • مَعَ خَالِصِ ٱلتَّقْدِيرِ (Ma‘a Khāliṣi at-Taqdīri): “Dengan penghargaan yang tulus.”
    • مَعَ ٱلِٱحْتِرَامِ (Ma‘a al-Iḥtirāmi): “Dengan hormat.”
    • وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ (Wa As-Salāmu ‘alaykum wa Raḥmatullāhi wa Barakātuh): Salam Islami yang sama dengan salam pembuka, bisa juga digunakan sebagai salam penutup.
  9. Tanda Tangan dan Nama Jelas (ٱلتَّوْقِيعُ وَٱلِٱسْمُ ٱلْوَاضِحُ - At-Tawqī‘u wa al-Ismu al-Wāḍiḥu): Tanda tangan pengirim surat dan nama jelas (diketik atau ditulis tangan di bawah tanda tangan). Jika surat dikirim atas nama instansi, biasanya ditandatangani oleh pejabat yang berwenang.

  10. Stempel Instansi (خَتْمُ ٱلْمُؤَسَّسَةِ - Khatmu al-Mu’assasati) (Opsional): Stempel resmi instansi (jika ada), biasanya diletakkan di samping atau di atas tanda tangan.

Struktur Surat Resmi Bahasa Arab
Image just for illustration

Contoh Surat Resmi Bahasa Arab dan Artinya

Berikut adalah beberapa contoh surat resmi bahasa Arab dengan terjemahannya, untuk memberikan gambaran lebih jelas tentang format dan gaya penulisan surat resmi:

Contoh 1: Surat Permohonan Izin

[Kop Surat Instansi Pengirim]

[Tanggal Surat]

[Nomor Surat]

Perihal: Permohonan Izin Mengadakan Kegiatan

Kepada Yth.:

[Nama Penerima/Jabatan Penerima]

[Instansi Penerima]

[Alamat Instansi Penerima]

حَضْرَةُ صَاحِبِ ٱلسَّمَاحَةِ / ٱلسَّعَادَةِ [Nama Penerima/Jabatan Penerima] ٱلْمُحْتَرَم/ة

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ،

تَحِيَّةً طَيِّبَةً وَبَعْدُ،

نَتَوَجَّهُ إِلَىٰ حَضْرَتِكُمْ بِهَذِهِ ٱلرِّسَالَةِ لِنُعْرِبَ عَنْ رَغْبَتِنَا فِي ٱلْحُصُولِ عَلَىٰ إِذْنٍ لِإِقَامَةِ فَعَالِيَّةٍ [Nama Kegiatan] ٱلَّتِي سَتُقَامُ فِي [Tempat Kegiatan] فِي ٱلتَّارِيخِ [Tanggal Kegiatan] ٱلْمُوَافِقِ لِـ [Tanggal Masehi].

تَهْدِفُ هَذِهِ ٱلْفَعَالِيَّةُ إِلَىٰ [Tujuan Kegiatan]، وَنَعْتَقِدُ أَنَّهَا سَتُسَاهِمُ فِي [Manfaat Kegiatan]. نَرْجُو مِنْ حَضْرَتِكُمْ ٱلْمُوَافَقَةَ عَلَىٰ طَلَبِنَا وَتَقْدِيمَ ٱلتَّسْهِيلَاتِ ٱلْمُمْكِنَةِ لِنَجَاحِ هَذِهِ ٱلْفَعَالِيَّةِ.

نُقَدِّرُ تَعَاوُنَكُمْ وَتَفَهُّمَكُمْ فِي هَذَا ٱلشَّأْنِ.

وَتَفَضَّلُوا بِقَبُولِ فَائِقِ ٱلِٱحْتِرَامِ،

[Tanda Tangan]

[Nama Jelas]

[Jabatan Pengirim]

[Stempel Instansi (Opsional)]

Terjemahan:

Yang Terhormat Bapak/Ibu [Nama Penerima/Jabatan Penerima]

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Salam sejahtera untuk Anda,

Dengan surat ini, kami menyampaikan keinginan kami untuk mendapatkan izin mengadakan kegiatan [Nama Kegiatan] yang akan dilaksanakan di [Tempat Kegiatan] pada tanggal [Tanggal Kegiatan] yang bertepatan dengan [Tanggal Masehi].

Kegiatan ini bertujuan untuk [Tujuan Kegiatan], dan kami yakin bahwa kegiatan ini akan berkontribusi pada [Manfaat Kegiatan]. Kami mengharapkan persetujuan dari Bapak/Ibu atas permohonan kami dan memberikan fasilitas yang memungkinkan untuk keberhasilan kegiatan ini.

Kami menghargai kerjasama dan pengertian Bapak/Ibu dalam hal ini.

Hormat kami,

[Tanda Tangan]

[Nama Jelas]

[Jabatan Pengirim]

[Stempel Instansi (Opsional)]

Contoh 2: Surat Undangan Resmi

[Kop Surat Instansi Pengirim]

[Tanggal Surat]

[Nomor Surat]

Perihal: Undangan menghadiri acara [Nama Acara]

Kepada Yth.:

[Nama Penerima/Jabatan Penerima]

[Instansi Penerima]

[Alamat Instansi Penerima]

حَضْرَةُ صَاحِبِ ٱلسَّمَاحَةِ / ٱلسَّعَادَةِ [Nama Penerima/Jabatan Penerima] ٱلْمُحْتَرَم/ة

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ،

تَحِيَّةً طَيِّبَةً وَبَعْدُ،

يَسُرُّ [Nama Instansi Pengirim] أَنْ يَدْعُوَ حَضْرَتَكُمْ لِحُضُورِ فَعَالِيَّةِ [Nama Acara] ٱلَّتِي سَتُقَامُ فِي [Tempat Acara] فِي ٱلتَّارِيخِ [Tanggal Acara] ٱلْمُوَافِقِ لِـ [Tanggal Masehi]، فِي ٱلسَّاعَةِ [Waktu Acara].

سَيَتَضَمَّنُ هَذَا ٱلْحَدَثُ [Deskripsi Singkat Acara]. نَأْمُلُ أَنْ تَتَشَرَّفُوا بِحُضُورِكُمْ ٱلْكَرِيمِ وَتُثْرُوا هَذَا ٱلِٱجْتِمَاعَ بِمُشَارَكَتِكُمْ ٱلْقَيِّمَةِ.

يُرْجَىٰ تَأْكِيدُ حُضُورِكُمْ قَبْلَ تَرْيِخِ [Tanggal Konfirmasi] عَلَىٰ ٱلرَّقْمِ [Nomor Telepon Konfirmasi] أَوْ عَبْرَ ٱلْبَرِيدِ ٱلْإِلِكْتُرُونِيِّ [Alamat Email Konfirmasi].

نَتَطَلَّعُ إِلَىٰ ٱسْتِقْبَالِكُمْ وَنُقَدِّرُ تَشْرِيفَكُمْ لَنَا.

وَتَفَضَّلُوا بِقَبُولِ فَائِقِ ٱلِٱحْتِرَامِ،

[Tanda Tangan]

[Nama Jelas]

[Jabatan Pengirim]

[Stempel Instansi (Opsional)]

Terjemahan:

Yang Terhormat Bapak/Ibu [Nama Penerima/Jabatan Penerima]

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Salam sejahtera untuk Anda,

[Nama Instansi Pengirim] dengan senang hati mengundang Bapak/Ibu untuk menghadiri acara [Nama Acara] yang akan dilaksanakan di [Tempat Acara] pada tanggal [Tanggal Acara] yang bertepatan dengan [Tanggal Masehi], pada pukul [Waktu Acara].

Acara ini akan meliputi [Deskripsi Singkat Acara]. Kami berharap Bapak/Ibu berkenan hadir dan memeriahkan pertemuan ini dengan partisipasi Anda yang berharga.

Mohon konfirmasi kehadiran Anda sebelum tanggal [Tanggal Konfirmasi] melalui nomor telepon [Nomor Telepon Konfirmasi] atau melalui email [Alamat Email Konfirmasi].

Kami menantikan kehadiran Anda dan menghargai kehormatan yang Anda berikan kepada kami.

Hormat kami,

[Tanda Tangan]

[Nama Jelas]

[Jabatan Pengirim]

[Stempel Instansi (Opsional)]

Contoh 3: Surat Balasan Resmi

[Kop Surat Instansi Pengirim]

[Tanggal Surat]

[Nomor Surat]

Perihal: Balasan atas surat [Nomor Surat Surat yang Dibalas] tanggal [Tanggal Surat Surat yang Dibalas]

Kepada Yth.:

[Nama Penerima/Jabatan Penerima]

[Instansi Penerima]

[Alamat Instansi Penerima]

حَضْرَةُ صَاحِبِ ٱلسَّمَاحَةِ / ٱلسَّعَادَةِ [Nama Penerima/Jabatan Penerima] ٱلْمُحْتَرَم/ة

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ،

تَحِيَّةً طَيِّبَةً وَبَعْدُ،

بِٱلْإِشَارَةِ إِلَىٰ رِسَالَتِكُمْ ٱلْكَرِيمَةِ رَقْم [Nomor Surat Surat yang Dibalas] ٱلْمُؤَرَّخَةِ فِي [Tanggal Surat Surat yang Dibalas]، وَٱلْمُتَعَلِّقَةِ بِـ [Perihal Surat Surat yang Dibalas]، نُعْرِبُ عَنْ شُكْرِنَا لِتَوَاصُلِكُمْ وَٱهْتِمَامِكُمْ.

[Isi Balasan Surat - Jelaskan tanggapan atau informasi yang ingin disampaikan sebagai balasan surat sebelumnya. Misalnya, persetujuan, penolakan, informasi tambahan, dll.]

نَأْمُلُ أَنْ يَكُونَ هَذَا ٱلْجَوَابُ وَافِيًا وَيُلَبِّي تَطَلُّعَاتِكُمْ. لَا تَرَدَّدُوا فِي ٱلِٱتِّصَالِ بِنَا إِذَا كَانَتْ لَدَيْكُمْ أَيَّةُ ٱسْتِفْسَارَاتٍ أُخْرَىٰ.

نُقَدِّرُ تَعَاوُنَكُمْ ٱلْمُسْتَمِرَّ.

وَتَفَضَّلُوا بِقَبُولِ فَائِقِ ٱلِٱحْتِرَامِ،

[Tanda Tangan]

[Nama Jelas]

[Jabatan Pengirim]

[Stempel Instansi (Opsional)]

Terjemahan:

Yang Terhormat Bapak/Ibu [Nama Penerima/Jabatan Penerima]

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Salam sejahtera untuk Anda,

Merujuk pada surat Anda yang terhormat nomor [Nomor Surat Surat yang Dibalas] tertanggal [Tanggal Surat Surat yang Dibalas], dan terkait dengan [Perihal Surat Surat yang Dibalas], kami mengucapkan terima kasih atas komunikasi dan perhatian Anda.

[Isi Balasan Surat - Jelaskan tanggapan atau informasi yang ingin disampaikan sebagai balasan surat sebelumnya. Misalnya, persetujuan, penolakan, informasi tambahan, dll.]

Kami berharap jawaban ini memadai dan memenuhi harapan Anda. Jangan ragu untuk menghubungi kami jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut.

Kami menghargai kerjasama Anda yang berkelanjutan.

Hormat kami,

[Tanda Tangan]

[Nama Jelas]

[Jabatan Pengirim]

[Stempel Instansi (Opsional)]

Contoh Surat Resmi Bahasa Arab
Image just for illustration

Tips Penting dalam Menulis Surat Resmi Bahasa Arab

Menulis surat resmi bahasa Arab yang baik dan benar membutuhkan perhatian terhadap detail dan pemahaman tentang kaidah bahasa serta etika komunikasi formal. Berikut beberapa tips yang bisa Anda terapkan:

  • Gunakan Bahasa Arab Formal (فُصْحَى - Fuṣḥā): Hindari penggunaan bahasa sehari-hari (‘āmmiyyah) atau bahasa slang. Gunakan bahasa Arab baku yang sesuai dengan kaidah tata bahasa yang benar.
  • Perhatikan Tata Bahasa dan Ejaan: Kesalahan tata bahasa dan ejaan dapat mengurangi kesan profesional surat Anda. Periksa kembali surat Anda dengan teliti sebelum dikirim. Jika perlu, minta bantuan teman atau guru yang ahli dalam bahasa Arab untuk mengoreksi.
  • Pilih Kosakata yang Tepat: Gunakan kosakata yang formal dan sopan. Hindari penggunaan kata-kata yang ambigu atau kurang jelas maknanya. Jika Anda ragu tentang penggunaan suatu kata, sebaiknya cari padanan kata yang lebih formal dan tepat.
  • Struktur yang Jelas dan Rapi: Pastikan surat Anda memiliki struktur yang jelas dan mudah dibaca. Gunakan paragraf yang pendek dan teratur untuk memisahkan ide-ide yang berbeda. Tata letak surat juga penting, pastikan semua komponen surat tertata dengan rapi dan profesional.
  • Sopan Santun dan Etika Berbahasa: Bahasa Arab sangat kaya dengan ungkapan sopan santun. Gunakan salam pembuka dan penutup yang sesuai, serta ungkapan-ungkapan hormat lainnya. Hindari bahasa yang kasar, merendahkan, atau tidak sopan.
  • Ketahui Tujuan Surat dengan Jelas: Sebelum menulis surat, pastikan Anda memahami dengan jelas tujuan surat tersebut. Pesan yang ingin disampaikan harus fokus dan langsung pada inti permasalahan. Hindari bertele-tele atau menyampaikan informasi yang tidak relevan.
  • Perhatikan Konteks Budaya: Bahasa dan budaya sangat terkait. Pahami konteks budaya penerima surat. Beberapa ungkapan atau gaya penulisan mungkin lebih disukai atau dianggap lebih sopan dalam budaya Arab. Jika Anda tidak yakin, konsultasikan dengan orang yang lebih berpengalaman dalam komunikasi lintas budaya Arab.
  • Gunakan Template atau Contoh: Jika Anda baru pertama kali menulis surat resmi bahasa Arab, gunakan template atau contoh surat sebagai panduan. Sesuaikan template atau contoh tersebut dengan kebutuhan dan konteks surat Anda. Contoh-contoh di atas bisa menjadi referensi yang baik.
  • Latihan dan Praktik: Seperti keterampilan lainnya, kemampuan menulis surat resmi bahasa Arab akan meningkat dengan latihan dan praktik. Cobalah untuk menulis surat resmi secara rutin, misalnya dengan membuat surat latihan untuk berbagai keperluan.

Kesimpulan

Membuat surat resmi bahasa Arab memang membutuhkan ketelitian dan pemahaman tentang struktur, bahasa, dan etika yang berlaku. Namun, dengan mempelajari contoh-contoh surat, memahami struktur dan komponennya, serta mengikuti tips-tips yang telah dijelaskan, Anda akan mampu menulis surat resmi bahasa Arab dengan baik dan profesional. Kemampuan ini akan menjadi aset berharga dalam berbagai aspek kehidupan Anda, terutama jika Anda berurusan dengan dunia Arab atau individu berbahasa Arab.

Semoga artikel ini bermanfaat dan memberikan panduan yang jelas dalam membuat surat resmi bahasa Arab. Jika ada pertanyaan atau pengalaman menarik seputar penulisan surat resmi bahasa Arab, jangan ragu untuk berbagi di kolom komentar di bawah ini!

Posting Komentar